Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Petugas Puskesmas Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak hanya melakukan swab test terhadap warga, tapi juga terus melakukan penanganan terhadap warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).
“Warga yang dinyatakan terpapar Covid-19 setelah menjalani swab test, maka mereka harus menjalani karantina isolasi mandiri guna penyembuhan. Bukan pekerjaan mudah memberikan pengertian terkait isolasi mandiri itu,” kata Kepala Puskesmas Cidolog, H. Teten, Jum’at (25/12/2020).
Terkait isolasi mandiri, pihaknya terus memberikan pengertian kepada warga yang menjalaninya. Terlebih warga tersebut statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga mereka bisa menjalankan isolasi dengan baik dan benar.
Sebab, kata Teten, kebanyakan ketika status OTG terpapar Covid-19, mereka merasa tidak sakit. Padahal, yang paling berbahaya dalam penyebaran virus Corona yaitu melalui OTG.
“Karena kalau yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, sudah jelas pasti ditangani dan ditempatkan di ruang isolasi, seperti di RSUD Ciamis,” terangnya.
Meski sulit memberikan pengertian kepada warga yang OTG, lanjut Teten, namun demi melakukan penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Cidolog, pihaknya terus berupaya sebaik mungkin. Walaupun risiko terpapar bagi para petugas kesehatan mengancam.
Ia menyebutkan, saat ini ada lima warga Kecamatan Cidolog yang terpapar Covid-19, dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri. Supaya bisa menjalankan isoman dengan benar, maka petugas Puskesmas Cidolog terus memantau perkembangan mereka.
Baca Juga : Pasien Covid-19 yang Sembuh di Kota Banjar Meningkat Signifikan
Harus Patuh Protokol Kesehatan
Petugas juga menginformasikan terus kepada warga masyarakat lain untuk tetap patuh pada protokol kesehatan dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hindari kerumunan).
“Kemudian, demi menciptakan wilayah Kecamatan Cidolog kembali pada zona zero Covid-19, maka kepada lima warga yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, kami meminta untuk bisa mematuhi pelaksanaan isolasi,” kata Teten.
Sebab, kelima orang tersebut meski statusnya OTG, namun saat ini dalam tubuhnya terdapat virus yang bisa menyebarkan kepada orang lain. Sehingga pihak Puskesmas terus memantau secara rutin, dan melakukan swab ulang terhadap mereka.
Jika taat ketika menjalankan isolasi mandiri, untuk bisa kembali pulih juga akan cepat. Karena, isolasi mandiri merupakan cara yang terbaik bagi para OTG yang kini terpapar Covid-19.
“Kami juga berharap wilayah Kecamatan Cidolog tidak mengalami lagi penambahan jumlah kasus paparan Covid-19,” pungkas Teten. (Es/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah