Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita NasionalPeta Zona Corona Makin Meningkat, Kepala Daerah Harus Waspada

Peta Zona Corona Makin Meningkat, Kepala Daerah Harus Waspada

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Peta zona Corona memperlihatkan tren yang terus meningkat. Jika minggu sebelumnya jumlah daerah zona merah masih 47 daerah, hingga pertengahan Desember 2020 meningkat menjadi 64 daerah. Kepala daerah harus mewaspadai perubahan ini.

“Peningkatan ini harus disikapi secara serius. Bahkan zona risiko sedang juga bukan zona aman. Lengah sedikit daerah bisa berubah menjadi zona yang lebih berbahaya,” kata Prof Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/12).

Saat memberikan keterangan pers, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 ini meminta para kepala daerah untuk selalu memantau perkembangan zona risiko daerahnya.

Menurut Wiku, perkembangan peta zonasi risiko masih memperlihatkan dinamika yang tinggi. Daerah yang sebelumnya masih dalam zona hijau yang relatif aman ternyata telah berubah menjadi zona risiko sedang. Begitu juga daerah lainnya.

Baca juga: Persiapan Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Libatkan 463 Ribu Nakes

Wiki mengingatkan setiap daerah agar selalu memantau perkembangan peta zona Corona setiap minggu. Semua daerah, katanya, juga harus menyikapi dengan serius setiap perubahan yang terjadi.

Meskipun terdapat dinamika yang belum stabil, namun Wiku melihat bahwa perkembangan peta zonasi pada minggu ini masih relatif tidak berbeda dengan sebelumnya.

Data Peta Zona Corona Hingga 15 Desember 2020

Mengutip data yang ada, menurut Wiku, kabupaten dan kota kebanyakan masih merasa nyaman berada dalam peta zona Corona oranye yang memiliki tingkat risiko sedang. Justru sikap ini yang perlu diwaspadai.

Hingga pertengahan Desember 2020, jumlah daerah yang berada dalam zona oranye tercatat sebanyak 380 daerah. Jumlah ini merupakan peningkatan dari sebelumnya yang mencapai 371 kabupaten/kota.

Sedangkan daerah yang berada pada zona kuning degan tingkat risiko rendah justru menurun jumlahnya. Jika pada minggu awal Desember sebanyak 84 daerah, saat ini jumlahnya menjadi 59 kabupaten/kota.

Begitu juga jumlah daerah yang berada dalam risiko aman atau dalam peta zona Corona hijau tanpa kasus baru hanya meningkat sedikit. Jika sebelumnya ada 6 daerah, saat ini bertambah menjadi 7 kabupaten/kota yang aman.

“Namun zona hijau yang tidak terdampak juga ikut menurun jumlahnya. Jika  pekan sebelumnya ada 6 daerah sekarang menjadi 4 kabupaten/kota,” tambah Wiku.

Dari perkembangan yang ada, menurut Wiku, mayoritas daerah di Indonesia saat ini berada dalam risiko sedang. Kondisi ini membuatnya khawatir karena akan banyak daerah yang bisa meningkat risikonya.

“Kenyataan ini cukup mengkhawatirkan. Sebab lengah sedikit saja daerah-daerah tersebut akan berpindah atau beralih ke zona merah,” tandasnya. Karena itu dia mengingatkan para kepala daerah untuk mewaspadai perkembangan ini.

Menjaga Peta Zona Corona

Banyaknya kabupaten atau kota yang saat ini berada dalam peta zona Corona dengan risiko sedang harus diwaspadai. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 meminta daerah untuk selalu mewaspadai pergerakan kasus yang ada.

Wiku juga menyatakan pentingnya daerah melakukan upaya untuk pencegahannya. Salah satunya dengan melakukan 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan).

Baca juga: Izin Vaksin Covid-19, BPOM dan MUI Ingin Pastikan Keamanannya

“Daerah perlu melakukan upaya 3T secara masif. Ini penting untuk mencegah naiknya peta zona Corona daerah ke yang lebih tinggi,” katanya. Langkah 3T dinilai efektif untuk pencegahan dan penanganan kasus yang muncul.

Selain dengan melakukan 3T, Wiku juga menekankan pentingnya selalu mengajak masyarakat untuk menegakkan protokol kesehatan. Peningkatan kesadaran masyarakat ini juga tak kalah pentingnya dalam mencegah penularan Covid-19.

Bahkan Wiku menekankan agar daerah lebih tegas dalam menegakkan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Kesadaran masyarakat untuk patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan, menurut Wiku, penting untuk menjaga peta zona Corona. Terutama untuk mencegah naiknya status zona risiko menjadi daerah yang lebih berbahaya. (R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...