Memberikan pertolongan pertama keracunan makanan merupakan langkah darurat yang sangat penting. Namun tak jarang orang terdekat malah bingung saat gejalanya timbul. Padahal cara mengatasi keracunan makanan dengan bahan alami cukup efektif.
Keracunan makanan, mengutip dari Wikipedia, merupakan penyakit yang terjadi sebagai akibat konsumsi makanan yang tercemar, mengandung racun, bakteri, virus, parasit, atau zat kimia.
Tercemarnya makanan yang masuk ke dalam tubuh melingkupi banyak faktor. Baik karena bahan baku yang digunakan, proses pembuatan makanannya, dalam pengemasan, distribusinya, hingga saat penyajiannya.
Racun yang terdapat dalam makanan bukan hanya yang berasal dari pencemaran pabrik, namun juga bisa karena racun alami seperti dari berbagai jenis jamur atau bahan makanan lainnya.
Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Basi
Setelah mengetahui adanya berbagai gejala keracunan makanan basi, lantas bagaimana pertolongan pertama keracunan makanan? Sangat penting untuk secepatnya membawa orang yang mengalami keracunan ke dokter untuk pengobatan yang tepat.
Namun tak jarang tanda-tanda keracunan makanan muncul secara perlahan. Dari kondisi yang ringan hingga yang berat. Berikut ini beberapa langkah darurat cara mengatasi keracunan makanan yang bisa Anda lakukan.
Minum Air Putih
Fungsi air putih selain untuk membuang racun atau zat asing yang masuk ke perut juga berfungsi sebagai detoks alami. Karena itu penting penderita minum air putih dalam jumlah yang agak banyak untuk menetralkan racun.
Teh Pahit
Pertolongan pertama keracunan makanan juga bisa dengan minum air teh pahit. Minuman ini mengandung banyak nutrisi yang ampuh dalam menawarkan racun dalam tubuh. Akan lebih baik lagi menggunakan teh hijau.
Minum Oralit
Diare maupun muntah yang terjadi sebagai tanda-tanda keracunan makanan basi perlu segera kita atasi dengan minum oralit. Minuman ini berguna untuk mencegah dehidrasi pada tubuh akibat terlalu banyak membuang cairan tubuh.
Garam Inggris
Jika Anda tidak memiliki oralit, pertolongan pertama keracunan makanan juga bisa dengan membuat larutan garam yang Anda berikan pada penderita. Larutkan sedikit garam Inggris dalam segelas air hangat dan minum untuk menawarkan racun.
Air Kelapa Hijau
Alternatif lain cara mengatasi keracunan makanan yang efektif adalah dengan minum air kelapa hijau. Air degan atau air kelapa untuk keracunan makanan mengandung banyak nutrisi yang efektif untuk menawarkan racun dan mencegah dehidrasi tubuh.
Jus Jeruk
Jika Anda ingin memilih yang enak untuk menawarkan racun makanan Anda bisa memilih jus jeruk. Baik jeruk lemon atau nipis. Selain enak, buah kaya vitamin C ini juga efektif sebagai pertolongan pertama keracunan makanan.
Susu
Mengonsumsi susu juga bisa menjadi pilihan terbaik, khususnya jika anak-anak mengalami keracunan makanan kadaluarsa. Namun sebaiknya pilih susu fermentasi seperti yogurt atau susu beruang. Jika tidak ada susu sapi tanpa gula juga baik.
Santan Kental
Mengonsumsi santan kelapa juga bisa menjadi cara mengatasi keracunan makanan yang bisa Anda lakukan. Namun saat minum santan mungkin akan merangsang muntah. Namun ini justru akan mengeluarkan racun yang ada.
Bawang Putih Tunggal
Alternatif herbal lainnya yang juga efektif untuk menetralkan dan pertolongan pertama keracunan makanan adalah dengan bawang putih tunggal. Kandungannya efektif untuk mengatasi berbagai jenis gangguan perut.
Kenali Tanda-tanda Keracunan Makanan
Makanan atau minuman terkontaminasi yang kita konsumsi akan mendapat perlawanan dari sistem imunitas tubuh. Namun jika daya tahan tubuhnya lemah atau tingkat racun yang tinggi akan menyebabkan berbagai keluhan.
Penanganan yang cepat terhadap keracunan makanan sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih buruk. Berikut ini berbagai tanda-tanda dan gejala keracunan makanan yang wajib Anda tahu.
Sakit atau Kram pada Perut
Salah satu tanda tubuh mengalami keracunan makanan adalah sakit perut. Ini merupakan efek langsung akibat sistem pencernaan tubuh yang terganggu. Sakit perut ini biasanya berupa kondisi seperti melilit atau kram.
Sakit pada bagian perut ini juga bisa terjadi sebagai reaksi sistem imunitas terhadap mikroorganisme atau zat beracun yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa saat.
Mual
Selain sakit perut, orang yang mengalami keracunan makanan biasanya juga akan merasakan mual. Namun mual atau mulas biasanya juga terjadi setelah kita mengonsumsi makanan yang pedas atau terlalu asam.
Namun konsumsi makanan yang pedas tahu asam biasanya tak akan menimbulkan mual jika kita sudah terbiasa dengan makanan semacam itu. Karena itu kondisi ini bisa sebagai tanda-tanda keracunan makanan.
Dehidrasi
Gejala keracunan makanan juga terjadinya dehidrasi. Tanda muntah maupun sering buang air besar akan menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan. Banyaknya cairan tubuh yang keluar cukup berbahaya dan menurunkan kekebalan tubuh.
Karena itu sangat penting penderita mengonsumsi atau minum air yang banyak sebagai pertolongan pertama keracunan makanan. Namun jika hal ini tak bisa berlangsung dan keluar lagi, coba minum oralit untuk mencegah dampak yang parah.
Saat tubuh mengalami dehidrasi biasanya akan terlihat pada bibir yang terlihat kering atau pucat, kelelahan, kantung mata juga terlihat agak gelap, hingga kesulitan untuk buang air kecil.
Muntah
Reaksi berupa mual tak selalu disertai dengan gejala muntah. Namun jika Anda mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan bisa jadi kekebalan tubuh Anda sedang lemah dan tak mampu mengatasi racun dalam makanan.
Muntah juga bisa merupakan tanda-tanda keracunan makanan yang lebih parah. Keterlambatan dalam mengatasi gangguan perut akan memicu terjadinya muntah. Ini reaksi tubuh untuk mengeluarkan kembali makanan yang masuk.
Demam
Suhu tubuh yang naik yang menyebabkan demam merupakan reaksi sistem imun tubuh dalam mengatasi serangan bakteri jahat. Tanda-tanda keracunan makanan ini biasanya muncul setelah beberapa tanda sebelumnya.
Namun demam karena mengonsumsi makanan yang mengandung racun merupakan reaksi tubuh dengan adanya zat asing yang masuk. Berikan pertolongan pertama keracunan makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh menangkal bakteri.
Diare
Gejala keracunan makanan juga bisa menyebabkan terjadinya diare. Keluarnya feses dalam bentuk cair maupun gas memperlihatkan hasil kerja bakteri atau zat kimia yang telah masuk dalam usus.
Selain bentuk feses yang berubah, penderita biasanya juga akan mengalami buang air besar dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Gejala ini biasanya muncul setelah penderita mengalami mual atau sakit perut.
Kepala Pusing
Akibat lainnya setelah mengonsumsi makanan tidak higienis atau kadaluarsa adalah terjadinya pusing. Tanda ini biasanya juga muncul segera setelah kita mengonsumsi makanan tersebut.
Pusing merupakan tanda awal keracunan makanan yang banyak terjadi. Efek ini tak berbeda saat seseorang mengonsumsi minuman atau makanan tak sehat lainnya. Kepala bukan sakit melainkan seperti berputar.
Tubuh Lemas
Kondisi tubuh yang lemas atau lemah merupakan tanda-tanda keracunan makanan lanjutan yang terjadi. Kondisi ini merupakan dampak karena banyaknya cairan tubuh yang terbuang. Apalagi penderita juga kehilangan nafsu makan.
Tubuh yang lemah juga merupakan dampak terkurasnya kekebalan tubuh dalam mengatasi mikroorganisme jahat yang masuk ke dalam tubuh. Anda harus memberikan pertolongan pertama keracunan makanan sebelum kondisinya semakin parah atau harus dengan infus.
Penurunan Nafsu Makan
Terganggunya sistem pencernaan akibat makanan beracun juga akan mempengaruhi nafsu makan. Apalagi dengan kondisi perut yang mual dan tak nyaman akan membuat penderita kesulitan dalam mengonsumsi makanan.
Penurunan nafsu makan juga terjadi jika lidah terasa pahit. Rasa lapar yang terasa seakan hilang. Padahal saat terserang bakteri atau penyakit, tubuh membutuhkan asupan makanan bergizi untuk meningkatkan imunitasnya.
Tubuh Menggigil
Tanda atau gejala keracunan makanan yang juga banyak terjadi adalah terjadi tubuh yang menggigil serta keluarnya keringat. Kondisi ini juga bisa memperlihatkan respon imunitas dalam menghalau bakteri yang menyusup.
Tubuh yang menggigil dengan keluar banyak keringat juga bisa akibat peradangan pada organ tubuh lainnya, seperti ginjal. Memberikan pertolongan pertama keracunan makanan juga penting sebelum bakteri menyerang organ penting lainnya.
Sakit Tenggorokan
Mengonsumsi makanan yang kedaluwarsa atau mengandung bakteri juga bisa menyebabkan nyeri pada tenggorokan. Rasa sakit ini kadang juga dengan rasa seperti kering. Ini terjadi karena zat asing menyerang bagian tenggorokan sehingga terjadi iritasi.
Pingsan dan Kejang
Tanda-tanda keracunan makanan yang lebih parah bisa menyebabkan terjadinya kejang atau pingsan. Namun tidak setiap kasus keracunan makanan akan menyebabkan kondisi ini. Ini tergantung kekebalan tubuhnya.
Anak-anak, para lansia, maupun orang yang memiliki penyakit berat biasanya akan mengalami dampak yang lebih parah karena keracunan makanan. Karena penanganan yang cepat penting untuk mencegah akibat yang lebih buruk.
Itulah berbagai cara pertolongan pertama keracunan makanan yang bisa Anda lakukan. Penanganan yang cepat dan segera penting sebelum kondisinya menjadi parah. Untuk itu Anda bisa menggunakan bahan herbal sebelum ke dokter. (R11/HR-Online/Editor: Subagja Hamara)