Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pegawainya positif Corona, pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, Jawa Barat, tutup sementara.
Kepala DPMPTSP Kota Banjar, Sunarto, mengatakan, penutupan sementara tersebut menyusul adanya salah seorang pegawai yang belum lama ini terpapar Covid-19.
Selain itu, penutupan tersebut juga sekaligus sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran virus Corona yang lebih luas dalam lingkungan perkantoran.
“Pelayanan kami tutup sementara sampai tiga hari ke depan. Para pegawai juga langsung kami wajibkan mengikuti swab test,” kata Sunarto, Senin (14/12/2020).
Dari jumlah pegawai yang ada pada lingkungan DPMPTSP Kota Banjar, lanjutnya Sunarto, ada 40 orang yang di swab test oleh petugas medis.
Dengan adanya satu orang pegawai yang terkonfirmasi positif virus Corona tersebut, pihaknya pun akan melakukan pengetatan dalam lingkungan kantor. Yakni dengan mewajibkan para pegawainya untuk patuh menerapkan protokol kesehatan.
“Kami langsung lakukan sterilisasi ruangan dan antisipasi pencegahan. Semoga tidak bertambah lagi pegawai yang positif,” harap Sunarto.
Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Indonesia, Tenaga Medis dan Aparat yang Pertama Terima
Anggota Polisi Ikuti Swab Test Massal
Di tempat terpisah, sebanyak 40 anggota kepolisian dari Polres Kota Banjar juga melakukan swab tes massal. Hal ini sebagai langkah antisipasi terjadinya penyebaran virus Corona pada lingkungan kepolisian Polres Kota Banjar.
Terlebih lagi saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Banjar jumlahnya terus meningkat. Sehingga perlu adanya kewaspadaan dini untuk pencegahan.
“Swab test ini untuk antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona agar tidak sampai ada klaster Covid-19 dalam lingkungan Polres Banjar,” kata Kapolres Kota Banjar, AKBP. Melda Yanny.
Sementara itu, Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, dr. H. Agus Budiana, menambahkan, terkait hasil swab test ini nanti akan pihaknya kirim ke RSUD Banjar. Jadi untuk mengetahui hasilnya kemungkinan menunggu satu minggu lagi.
“Sekarang banyak antrian pemeriksaan spesimen. Kemungkinan paling cepat satu minggu baru diketahui hasilnya,” singkat dr. Agus. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah