Nasi Tutug Oncom salah satu makanan tradisional khas Sunda yang cukup melegenda. Kuliner ini terdiri dari perpaduan nasi hangat yang dicampur dengan menggunakan oncom bakar yang telah ditumbuk hingga halus.
Yang selanjutnya nasi dan oncom memperoleh bumbu khas serta melalui proses pengolahan sedemikian rupa. Pada akhirnya menciptakan aroma serta cita rasa yang khas.
Selain itu, penyajiannya memperoleh kelengkapan dengan taburan bawang goreng, irisan telur dadar, ikan asing goreng, sambal terasi, hingga lalapan.
Jika anda berkunjung ke Kota Tasikmalaya, akan dengan mudah menemukan pedagang Nasi T.O. Baik para pedagang yang menjajakan dagangannya dengan gerobak, warung terbuka, maupun warung tertutup sederhana.
Ada juga rumah makan dengan dengan konsep “saung bambu lesehan”. Bahkan saat ini telah banyak yang jual Nasi T.O secara online.
Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya
Masyarakat Indonesia pada umumnya sarapan dengan menggunakan nasi serta lauk. Bahkan dalam setiap wilayah di Indonesia mempunyai olahan nasi yang khas dengan keunikan masing-masing.
Salah satunya adalah Nasi Tutug Oncom yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Sarapan dengan menggunakan Nasi T.O memanglah sedap.
Baca Juga : Makanan Korea untuk Mukbang yang Cocok di Lidah Orang Indonesia
Dari balik kelezatan, makanan tradisional Tasikmalaya ini menyimpan fakta menarik, mulai dari sejarah hingga pelabelan sebagai salah satu makanan rakyat.
Asal Mula Kuliner Nasi Tutug Oncom
Hingga saat ini tidak ada yang tahu secara pasti asal usul makanan tradisional khas Tasikmalaya ini. Nasi T.O menjadi makanan wajib bagi masyarakat Sunda sejak dulu kala dan telah hadir secara turun temurun. Berdasarkan pernyataan sejumlah kalangan, mulai tahun 1940 kuliner ini sudah tersaji sebagai salah satu menu sarapan.
Nasi T.O berawal karena kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak mempunyai cukup uang untuk membeli lauk yang enak sebagai teman nasi.
Dalam hal ini, masyarakat pun memutar otak serta berkreasi dengan bumbu dan bahan seadanya. Maka oncom menjadi pilihan sebab memiliki harga terjangkau dan mudah untuk didapatkan.
Awal mulanya oncom yang dicampurkan ke dalam nasi hanya dibakar serta ditambahkan garam. Tanpa adanya tambahan bumbu-bumbu lain. Oncom bakar tersebut kemudian menjadi teman makan nasi.
Dengan secangkir teh tanpa gula, nasi dengan oncom bakar ini seringkali dimakan pada pagi hari sebagai menu sarapan. Dalam bahasa Sunda, Tutug memiliki arti ditumbuk. Maka Nasi Tutug Oncom merupakan nasi dengan tumbukan oncom.
Terutama pada oncomnya yang telah memperoleh tambahan bumbu sebelum akhirnya tercampur pada nasi, maka menu ini dapat anda makan langsung begitu saja.
Meskipun demikian, saat ini makanan tradisional ini justru menjadi salah satu nasi yang cukup populer serta banyak masyarakat yang memburunya.
Menariknya lagi, Nasi T.O dapat dengan mudah anda temukan pada beberapa restoran Sunda. Dalam menu ini, tersedia dua jenis oncom yang sering digunakan yakni oncom merah serta oncom hitam.
Yang membedakan dari keduanya adalah dari bahan serta jenis kapang. Kapang adalah mikroorganisme yang termasuk dalam kingdom fungi atau jamur yang nantinya akan membentuk hifa.
Cara Membuat Nasi Tutug Oncom
Pembuatan Nasi T.O cukup sederhana. Oncom harus melalui proses bakar terlebih dahulu. Selanjutnya tumbuk oncom hingga halus dengan berbagai bumbu yang telah melalui proses sebelumnya.
Bumbu Nasi T.O terdiri dari kencur, bawah merah, bawang putih, garam, serta cabe rawit jika anda menginginkan nasi yang pedas.
Proses berikutnya sebelum bumbu tercampur bersama oncom, bumbu-bumbu tersebut anda tumis terlebih dahulu. Kemudian anda tinggal menyampurkan campuran oncom dan bumbu tersebut dengan nasi pulen.
Baca Juga : Burayot Khas Garut, Camilan Tradisional dengan Citarasa Melegenda
Dalam proses pembuatannya, campuran nasi dengan oncom serta bumbu selanjutnya dapat anda bungkus menggunakan daun pisang. Kemudian dapat anda bakar kembali. Atau bisa juga anda makan langsung tanpa harus anda bakar kembali.
Bahkan keberadaan kuliner tradisional Tasikmalaya ini semakin meluas dan tidak tergerus dengan perkembangan zaman. Saat ini Nasi T.O tidak hanya makanan masyarakat kelas bawah.
Namun, kuliner ini mampu melepaskan status sosial, profesi, pendidikan, serta ekonomi para penikmatnya. Bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, Nasi Tutug Oncom sangat terjangkau untuk kantong mereka. (R10/HR-Online)
Editor : Dadang