Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruNasi Tutug Oncom Tasikmalaya, Asal Mula Hingga Cara Memasaknya

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya, Asal Mula Hingga Cara Memasaknya

Nasi Tutug Oncom salah satu makanan tradisional khas Sunda yang cukup melegenda. Kuliner ini terdiri dari perpaduan nasi hangat yang dicampur dengan menggunakan oncom bakar yang telah ditumbuk hingga halus.

Yang selanjutnya nasi dan oncom memperoleh bumbu khas serta melalui proses pengolahan sedemikian rupa. Pada akhirnya menciptakan aroma serta cita rasa yang khas.

Selain itu, penyajiannya memperoleh kelengkapan dengan taburan bawang goreng, irisan telur dadar, ikan asing goreng, sambal terasi, hingga lalapan.

Jika anda berkunjung ke Kota Tasikmalaya, akan dengan mudah menemukan pedagang Nasi T.O. Baik para pedagang yang menjajakan dagangannya dengan gerobak, warung terbuka, maupun warung tertutup sederhana.

Ada juga rumah makan dengan dengan konsep “saung bambu lesehan”. Bahkan saat ini telah banyak yang jual Nasi T.O secara online.

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya

Masyarakat Indonesia pada umumnya sarapan dengan menggunakan nasi serta lauk. Bahkan dalam setiap wilayah di Indonesia mempunyai olahan nasi yang khas dengan keunikan masing-masing.

Salah satunya adalah Nasi Tutug Oncom yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Sarapan dengan menggunakan Nasi T.O memanglah sedap.

Baca Juga : Makanan Korea untuk Mukbang yang Cocok di Lidah Orang Indonesia

Dari balik kelezatan, makanan tradisional Tasikmalaya ini menyimpan fakta menarik, mulai dari sejarah hingga pelabelan sebagai salah satu makanan rakyat.

Asal Mula Kuliner Nasi Tutug Oncom

Hingga saat ini tidak ada yang tahu secara pasti asal usul makanan tradisional khas Tasikmalaya ini. Nasi T.O menjadi makanan wajib bagi masyarakat Sunda sejak dulu kala dan telah hadir secara turun temurun. Berdasarkan pernyataan sejumlah kalangan, mulai tahun 1940 kuliner ini sudah tersaji sebagai salah satu menu sarapan.

Nasi T.O berawal karena kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak mempunyai cukup uang untuk membeli lauk yang enak sebagai teman nasi.

Dalam hal ini, masyarakat pun memutar otak serta berkreasi dengan bumbu dan bahan seadanya. Maka oncom menjadi pilihan sebab memiliki harga terjangkau dan mudah untuk didapatkan.

Awal mulanya oncom yang dicampurkan ke dalam nasi hanya dibakar serta ditambahkan garam. Tanpa adanya tambahan bumbu-bumbu lain. Oncom bakar tersebut kemudian menjadi teman makan nasi.

Dengan secangkir teh tanpa gula, nasi dengan oncom bakar ini seringkali dimakan pada pagi hari sebagai menu sarapan. Dalam bahasa Sunda, Tutug memiliki arti ditumbuk. Maka Nasi Tutug Oncom merupakan nasi dengan tumbukan oncom.

Terutama pada oncomnya yang telah memperoleh tambahan bumbu sebelum akhirnya tercampur pada nasi, maka menu ini dapat anda makan langsung begitu saja.

Meskipun demikian, saat ini makanan tradisional ini justru menjadi salah satu nasi yang cukup populer serta banyak masyarakat yang memburunya.

Menariknya lagi, Nasi T.O dapat dengan mudah anda temukan pada beberapa restoran Sunda. Dalam menu ini, tersedia dua jenis oncom yang sering digunakan yakni oncom merah serta oncom hitam.

Yang membedakan dari keduanya adalah dari bahan serta jenis kapang. Kapang adalah mikroorganisme yang termasuk dalam kingdom fungi atau jamur yang nantinya akan membentuk hifa.

Cara Membuat Nasi Tutug Oncom

Pembuatan Nasi T.O cukup sederhana. Oncom harus melalui proses bakar terlebih dahulu. Selanjutnya tumbuk oncom hingga halus dengan berbagai bumbu yang telah melalui proses sebelumnya.

Bumbu Nasi T.O terdiri dari kencur, bawah merah, bawang putih, garam, serta cabe rawit jika anda menginginkan nasi yang pedas.

Proses berikutnya sebelum bumbu tercampur bersama oncom, bumbu-bumbu tersebut anda tumis terlebih dahulu. Kemudian anda tinggal menyampurkan campuran oncom dan bumbu tersebut dengan nasi pulen.

Baca Juga : Burayot Khas Garut, Camilan Tradisional dengan Citarasa Melegenda

Dalam proses pembuatannya, campuran nasi dengan oncom serta bumbu selanjutnya dapat anda bungkus menggunakan daun pisang. Kemudian dapat anda bakar kembali. Atau bisa juga anda makan langsung tanpa harus anda bakar kembali.

Bahkan keberadaan kuliner tradisional Tasikmalaya ini semakin meluas dan tidak tergerus dengan perkembangan zaman. Saat ini Nasi T.O tidak hanya makanan masyarakat kelas bawah.

Namun, kuliner ini mampu melepaskan status sosial, profesi, pendidikan, serta ekonomi para penikmatnya. Bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, Nasi Tutug Oncom sangat terjangkau untuk kantong mereka. (R10/HR-Online)

Editor : Dadang

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...