Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus Covid-19 di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan jelang tutup tahun 2020.
Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Puskesmas Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Ari Angga Rianto, saat lokakarya dan evaluasi pencapaian program, di aula Kantor Desa Banjaranyar, Rabu (30/12/2020).
“Di akhir tahun 2020 ini, kasus Covid-19 Kecamatan Banjaranyar mengalami peningkatan yang sangat tinggi,” ungkapnya.
Bahkan, menurut catatannya, selama pandemi berlangsung, di Kecamatan Banjaranyar terdapat 18 kasus secara akumulasi data, dengan 2 diantaranya meninggal dunia.
Lebih lanjut Ari menambahkan, dari 18 kasus data akumulasi saat ini masih terus bertambah.
“Dari 18 kasus itu kini sudah bertambah lagi. Bahkan hasil pemeriksaan swab yang keluar pada tanggal 28 kemarin, ada penambahan 3 orang kasus positif Covid-19,” katanya.
Adapun ketiga kasus Covid-19 baru tersebut antara lain 1 warga Desa Banjaranyar dan 2 orang warga Desa kalijaya.
“Ini benar-benar menjadi tugas besar kita sebagai tenaga kesehatan, yang harus mampu memutuskan mata rantai penularannya,” ujarnya.
Sehingga, sambungnya, perlu adanya peran aktif, evaluasi serta saling menjunjung kesinambungan dari berbagai lintas sektoral.
“Hal itu demi upaya pencegahan serta memutus mata rantai penyebaran Corona,” katanya.
Menurutnya, penanganan kasus Covid-19 tahun 2020 ini terasa berat. Bukan hanya persoalan tenaga saja, namun juga menguras pikiran.
“Sehingga setiap kekurangan yang pernah dilakukan, bisa dijadikan bahan evaluasi besar yang akan dilanjutkan tahun 2021 nanti. Karena, kita masih mempunyai PR besar terkait perang melawan Covid-19,” tuturnya.
Kasus Covid-19 di Banjaranyar Meningkat, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan
Sementara itu, Camat Banjaranyar, Dedi Iwa Saputra, menegaskan, warga masyakat Kecamatan Banjaranyar harus tetap mematuhi anjuran pemerintah, terkait peningkatan dan kesadaran dalam melaksanakan protokol kesehatan.
Menurutnya, dengan terjadinya lonjakan kasus saat ini, bukan hanya petugas yang melakukan evaluasi. Akan tetapi, seluruh masyarakat wajib untuk melakukan evaluasi dan perubahan kehidupan dalam masa pandemi Corona ini.
“Jangan mentang-mentang sehat, lalu seenaknya mengabaikan prokes. Seperti lalai memakai masker, sengaja berkerumun,” tegasnya.
Dedi pun mengajak ke warga masyarakat Banjaranyar untuk merubah perilaku di tahun 2021 nanti, yang sesuai dengan anjuran pemerintah tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Oleh karena itu, ayo tahun baru nanti kita ubah perilaku dengan sikap yang baru, semangat yang baru, serta bersama-sama memerangi Covid-19,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto