Jenis sol sepatu cukup beragam. Sol sepatu memiliki berbagai jenis yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan maupun selera. Sepatu menjadi salah satu item fashion yang sangat penting, karena itulah jangan asal dalam memilihnya.
Jenis Sol Sepatu yang Umum Digunakan
Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini beberapa jenis sol sepatu yang akan diulas.
1. TPR Outsole (Thermo Plastic Rubber)
Pilihan pertama kali yang bisa Anda pertimbangkan, yakni TPR Outsole atau Thermo Plastic Rubber. Memiliki ukuran yang lebih ringan.
Keset atau tidak licin ketika terkena air. Saat Anda menggunakannya, terasa nyaman karena memiliki tekstur yang lembut dan fleksibel.
Baca Juga: Sepatu Bahan Knit Nyaman dan Cocok untuk Olahraga
Sepatu yang menggunakan Thermo Plastic Rubber, biasanya tahan air. Terbuat dari kombinasi plastik dan karet.
Sayangnya, TPR Outsole memiliki kekurangan, yakni tingkat elastisitas yang cukup rendah. Namun, polanya cukup unik dan harganya juga murah.
Beberapa contoh produk sepatu yang menggunakan TPR Outsole, yakni Wellen Project dan Johnson.
2. PU Outsole (Polyurethane)
Jenis sol sepatu berikutnya, yakni PU Outsole atau Polyurethane. Sesuai dengan namanya, outsole ini terbuat dari gabungan polyol dan poly-isocyanate.
Memiliki karakteristik yang keras, sehingga tahan terhadap goresan. Biasanya, sepatu-sepatu yang menggunakan PU Outsole (Polyurethane), yakni sepatu bot kerja atau industry.
Bahannya sendiri memberi traksi yang lebih baik ketika menginjak permukaan kasar. Di balik kelebihannya, PU Outsole memiliki kekurangan, yakni harus sering-sering melakukan penggantian.
Harganya terbilang tinggi, karena memiliki masa kadaluarsa. Jika sudah mencapai tanggalnya, PU Outsole akan hancur dengan sendirinya.
3. Rubber
Rubber merupakan jenis sol sepatu yang terbuat dari karet. Karakteristiknya, memiliki ketahanan yang kuat, tahan lama, dan lentur.
Umumnya, sepatu yang seringkali Anda gunakan ketika di lapangan menggunakan rubber. Pasalnya, memang cocok untuk desain sepatu olahraga, safety, boots, dan sepatu lapangan lainnya.
Selain itu, rubber juga mendapatkan tambahan jahitan pada sisinya supaya dapat melekat di kap sepatu. Namun, jika cukup dengan lem saja, tidak jadi masalah.
Baca Juga: Sepatu Olahraga Wanita Lengkap dengan Tips Memilihnya
Tak hanya tahan lama, rubber juga memiliki tekstur yang lentur. Sedangkan kekurangannya, lebih berat dan licin ketika Anda gunakan.
Karena itulah, hati-hati saat melintasi jalanan yang basah atau tergenang air. Meski begitu, mampu memberikan performa yang cukup bagus.
Proses pembuatan rubber, yakni mencetak karet cair, kemudian membentuk sol sepatu yang lebih spesifik.
4. Sol Spons (Sponge)
Sol spons atau juga biasa disebut sebagai sol sponge, merupakan jenis sol sepatu yang bisa menyangga kaki dengan baik. Teksturnya empuk, sehingga nyaman ketika Anda gunakan.
Selain sepatu, sol spons juga bisa Anda temukan pada beberapa jenis sandal. Cocok untuk menunjang penampilan maupun kegiatan sehari-hari.
Akan tetapi, tidak terlalu cocok untuk kegiatan luar ruangan atau outdoor. Umumnya, pengaplikasiannya pada sepatu dipasang pada permukaan dalam sehingga memberikan bantalan ekstra.
Bagi Anda pemilik kaki yang gampang sakit atau membutuhkan lapisan empuk ekstra, bisa pilih sol spons saja.
5. Ethyl Vinyl Acetate (EVA)
EVA atau Ethyl Vinyl Acetate merupakan sol sepatu yang memiliki tekstur lembut. Ketika Anda gunakan terasa cukup fleksibel.
Biasanya, EVA dipasang pada bagian luar sepatu. Proses pembuatannya berasal dari PU yang dipadatkan membentuk busa lembut.
Untuk mendapatkan bentuk yang sempurna, menggunakan pencetakan. EVA memiliki bahan atau material yang sangat bagus.
Karena itulah, mendapatkan julukan sebagai bahan dengan guncangan terbaik. Jenis sepatu yang menggunakan Ethyl Vinyl Acetate seperti model sepatu basket, lari, maupun olahraga lainnya.
Baca Juga: Sepatu Pantofel Bahan Kain yang Cocok untuk Pria dan Wanita
Berkat bahannya ini, mudah dibentuk dan sesuai dengan kaki Anda. Supaya menghasilkan kekuatan yang maksimal, EVA melalui proses pemanasan hingga pendinginan.
Selain mempertimbangkan sol sepatunya, ada baiknya Anda juga memperhatikan beberapa aspek lain sebelum menentukan pilihan. Gunakan sepatu dengan desain yang sesuai pergerakan kaki.
Misalnya saja, jika Anda adalah seorang atlet yang memiliki aktivitas padat terutama saat berada di arena atau lapangan, pilih saja sepatu low top.
Kemudian, sesuaikan dengan medan jalan yang setiap hari Anda lalu. Apabila bekerja di pabrik, laboratorium atau pekerjaan yang berkaitan dengan bahan kimia, pilih sol PU.
Itulah tadi jenis sol sepatu yang patut Anda pertimbangkan. Pastikan memilih sepatu dengan kualitas terbaik dan sesuai trend saat ini. (R10/HR-Online)