Jenis gempa bumi sangat penting untuk kita pahami. Pasalnya, setiap tipe gempa bumi tentu memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda. Pengetahuan tentang gempa bumi membantu ahli seismologi dan pihak berwenang dalam mempersiapkan langkah-langkah mitigasi bencana.
Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebab dan Kedalamannya
Gempa merupakan sebuah fenomena alam yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Gempa terjadi ketika ada pelepasan energi dari dalam bumi. Sehingga menyebabkan getaran atau guncangan di permukaannya.
Baca Juga: Definisi Gempa Bumi, Mengenal Jenis hingga Pengukurannya
Meski sama-sama mengguncang permukaan bumi, jenis gempa nyatanya berbeda-beda. Terbagi berdasarkan penyebab terjadinya maupun kedalamannya. Supaya semakin jelas, silahkan simak uraian lengkapnya berikut ini.
Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya
Jika kita amati dari segi penyebab terjadinya, jenis gempa bumi terbagi menjadi 3. Diantaranya gempa tektonik, vulkanik, dan tumbukan. Berikut penjelasannya:
1. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah jenis yang paling umum terjadi. Penyebab utamanya yaitu pergerakan lempeng tektonik di permukaan bumi. Bumi terdiri dari beberapa lempeng besar dan kecil yang bergerak lambat namun terus-menerus.
Ketika lempeng bertabrakan, saling bergerak menjauh, atau geser satu sama lain maka energi akan terakumulasi. Apabila tekanan mencapai batas tertentu mereka bisa terlepas dalam bentuk gempa. Zona subduksi dan zona transformasi adalah dua lokasi umum di mana gempa tektonik biasa terjadi.
2. Gempa Vulkanik
Berikutnya ada gempa vulkanik yang biasa terjadi di sekitar gunung berapi aktif. Aktivitas magma yang bergerak di dalam bumi menyebabkan gempa ini.
Ketika magma naik menuju permukaan, ia dapat menyebabkan retakan dan pergeseran batuan di sekitarnya. Sehingga menyebabkan gempa yang kerap terjadi bersamaan dengan erupsi gunung berapi.
3. Gempa Tumbukan
Jenis gempa bumi tumbukan umumnya terjadi karena ada pergeseran tanah atau bebatuan. Misalnya tebing-tebing longsor, yang memicu reaksi berlebih di area sekitarnya. Meski umumnya tidak menimbulkan dampak yang meluas, namun jenis ini tetap harus kita waspadai.
Gempa Bumi Berdasarkan Kedalamannya
Berikutnya adalah gempa bumi berdasarkan kedalamannya. Sama seperti penyebab terjadinya, kedalaman gempa juga terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Gempa Dangkal
Gempa dangkal terjadi pada kedalaman kurang dari 70 kilometer di bawah permukaan bumi. Jenis ini paling umum terjadi dan seringkali merusak, mengingat getarannya lebih dekat dengan permukaan tanah. Dampak fenomena tersebut bisa sangat besar, terutama di wilayah-wilayah yang dekat dengan pusat gempa.
2. Gempa Menengah
Jenis gempa bumi berdasarkan kedalamannya yang kedua yaitu gempa menengah. Fenomena ini biasa terjadi pada kedalaman antara 70 hingga 300 kilometer di bawah permukaan bumi.
Meskipun masih bisa berdampak signifikan, gempa menengah cenderung menghasilkan getaran yang kurang terasa di permukaan.
Baca Juga: Pengertian Gempa Swarm, Penyebab dan Pentingnya Edukasi Warga
Karena kedalamannya yang lebih jauh, gempa menengah jarang menyebabkan kerusakan besar pada bangunan maupun infrastruktur. Namun, dalam beberapa kasus, gempa menengah dapat menyebabkan gempa susulan yang lebih dangkal dan berpotensi merusak.
3. Gempa Dalam
Terakhir ada gempa dalam yakni lebih dari 300 kilometer di bawah permukaan bumi. Jenis gempa ini sangat jarang terjadi dan tidak terlalu menimbulkan kerusakan signifikan pada permukaan tanah.
Getarannya sering kali tidak terasa oleh manusia dan hanya dapat terdeteksi menggunakan seismometer. Gempa dalam dapat terjadi di zona subduksi, dimana lempeng samudra tenggelam ke dalam mantel bumi.
Dampak Gempa Bumi
Selain memahami jenis gempa bumi, kita sebaiknya juga mengetahui tentang dampak yang mungkin terjadi. Pasalnya, gempa dapat menyebabkan kerusakan parah terhadap bangunan, infrastruktur, maupun lingkungan.
Bangunan yang tidak tahan guncangan gempa bisa saja runtuh. Sehingga menyebabkan korban luka-luka bahkan kehilangan nyawa. Selain itu, gempa bumi juga bisa menyebabkan tsunami jika terjadi di bawah laut atau di dekat kawasan pantai.
Tindakan Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Meskipun tidak mungkin menghentikan gempa bumi sepenuhnya, ada langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk mengurangi dampaknya. Bangunan dan infrastruktur harus dirancang dengan standar keamanan tinggi agar tahan terhadap guncangan gempa.
Baca Juga: Peristiwa Gempa Bumi Terdahsyat Sepanjang Sejarah Dunia
Pemerintah dan masyarakat juga harus menyadari risiko gempa di wilayah mereka. Sehingga memiliki rencana tanggap bencana yang lebih efektif.
Selain itu, teknologi canggih seperti sistem peringatan dini dapat membantu memperingatkan sebelum guncangan mencapai wilayah lebih luas. Sekaligus memberi kesempatan pada orang-orang untuk mencari perlindungan lebih awal.
Demikian ulasan tentang jenis gempa bumi berdasarkan penyebab maupun kedalamannya. Lengkap dengan informasi terkait dampak serta tindakan mitigasi bencana. (R10/HR-Online)