Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita BanjarWarga Keluhkan Ceceran Tanah di Jalan Pasar Langkap Kota Banjar

Warga Keluhkan Ceceran Tanah di Jalan Pasar Langkap Kota Banjar

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Sejumlah warga dan pedagang mengeluhkan banyaknya debu dari sisa tanah yang berceceran di jalan sekitar Pasar Langkap, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Tanah yang berceceran tersebut berasal dari truk pengangkut material tanah.

Saepul Rohman, salah satu pedagang makanan dan minuman di Pasar Langkap, mengatakan, tanah yang dibawa oleh kendaraan truk banyak yang berjatuhan ke jalan saat melintas.

Kondisi tersebut sangat membahayakan pengendara jika terjadi hujan.

Karena, jalan menjadi licin. Sedangkan, jika cuaca panas, jalan menjadi berdebu dan mengotori makanan yang dijualnya.

“Banyak debu yang berterbangan dan menempel di meja makan, gerobak dan makanan. Saya jadi lebih sering mengelap meja makan dan gerobak karena banyak debu akibat dari truk yang melintas. Saya juga pernah mencoba menyiram jalan agar tidak berdebu, tapi malah diprotes oleh pengendara gara-gara jalan menjadi becek,” tuturnya, kepada Koran HR, Senin (02/10/2020).

Namun, kata Saepul, sekarang tanah yang berceceran di jalan sudah dibersihkan oleh pihak yang membawa tanah.

Meskipun masih ada sisa-sisa tanah yang lama kelamaan akan menjadi debu, dan jika hujan jalan akan terasa licin.

Senada dikatakan Dadan, warga lainnya yang berjualan di Lingkungan Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, RT. 02, RW. 03. Ia mengeluhkan jalan menjadi banyaknya debu saat siang hari.

“Karena jalannya banyak debu, jadi saya harus sering membersihkan tempat dagangan. Semoga saja pihak pengangkut tanah itu membersihkannya sepanjang jalan yang banyak berceceran tanah, sehingga jalan bisa kembali bersih seperti semula. Jadi kami tidak terganggu,” ujar Dadan.

Pihak Pengangkut Tanah Tanggapi Keluhan Warga

Sementara itu, PT KKPP (Karaya Kita Putra Pertiwi) sebagai pihak pengangkut tanah, menanggapi terkait adanya warga protes terhadap jalan yang berdebu akibat aktifitas pengangkutan tanah yang diantarkan oleh perusahaan ke sebuah pesantren yang ada di Langkaplancar.

Saat dikonfirmasi Koran HR, Selasa (03/11/2020), humas PT KKPP, Widi, mengakui bahwa pihaknya mengakut tanah untuk dikirim ke pesantren. P

ihaknya mengirimkan tanah sekitar 200 dump truk lebih, serta fasilitasi alat berat berupa becko dan dump truk pengantar tanah kepada pihak pesantren.

“Sebenarnya untuk tanah yang tercecer di jalan itu suka langsung kami bersihkan setelah selesai pengakutan. Itu pasti selalu kami bersihkan dengan menyemprotnya menggunakan mobil water tank,” terangnya.

Namun, lanjut Widi, mungkin karena jalannya memiliki pori-pori, sehingga tanah yang berceceran di jalan masih tersisa sedikit. Mungkin nantinya akan menjadi debu.

“Kami selalu membersihkan jalan setelah selesai pekerjaan. Tetapi karena mungkin jalan memiliki pori-pori, jadi ada tanah yang masih tersisa di jalan itu. Namun, kami terus berusaha agar jalan kembali bersih seperti semula,” terangnya.

Menurut Widi, untuk bisa bersih seperti semula butuh waktu sekitar tiga harian. Tapi kalau jalannya bagus dan tidak berlubang, mungkin bisa lebih cepat.

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun memaklumi jika masyarakat protes, dan dari pihak perusahaan sudah berusaha untuk membersihkannya.

“Kami meminta maaf jika dengan kegiatan kerja kami yang mengganggu kegiatan masyarakat dan para pedagang, maupun pengguna jalan raya ini. Ttapi, insya Allah kami akan terus berusaha membersihkannya sampai bersih seperti semula,” kata Widi.

Pantauan Koran HR, Selasa (03/11/2020), jalan di lokasi tersebut sudah terlihat agak bersih, walaupun masih menyisakan sedikit tanah. (Aji/Koran HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...