Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Petugas kepolisian dari Polsek Tanjungjaya dan Polres Tasikmalaya, Polda Jawa Barat, langsung mendatangi tempat kejadian keracunan massal, Senin (16/11/2020).
Selain membantu warga yang keracunan, petugas kepolisian juga mintai keterangan dari saksi, termasuk mengambil sampel makanan.
“Penyebab keracunan massal yang kami duga dari acara perayaan ulang tahun itu, sudah kami amankan sampel makanan prasmanannya. Pengambilan sampel tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kapolsek Tanjungjaya, Iptu Supian kepada HR Online, Senin (16/11/2020).
Sementara itu, Sekmat Tanjungjaya, Edi Mulyana, menambahkan, pihaknya menyiapkan lokasi jika terjadi lonjakan korban keracunan massal.
Berita Terkait : 33 Warga Tasikmalaya Keracunan Makanan, Diduga dari Acara Ultah
Edi mengatakan, pihaknya juga akan melakukan evakuasi para warga yang menjadi korban keracunan makanan tersebut ke puskesmas atau rumah sakit. Hal tersebut jika kondisi para korban memburuk.
“Tapi sejauh ini aman. Mereka nyaman diinfus di madrasah,” kata Edi.
Diberitakan HR Online sebelumnya, sebanyak 33 warga RT 09/02, Kampung Cilimus, Desa Sukasenang, Kec. Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan.
Diduga, warga mengalami keracunan setelah menyantap makanan di rumah baru tetangga korban, di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, yang digelar Minggu (15/11/2020) kemarin.
Tanggapan Keluarga Penyelenggara Ultah yang Diduga Menyebabkan Keracunan Massal di Tasikmalaya
Sedangkan pihak keluarga penyelenggara syukuran ulang Tahun di Kampung Cintawana, Midaul Hayat, mengatakan, jumlah tamu pada acara ultah mencapai 200 orang.
Makanan prasmanan yang diduga sumber keracunan massal tersebut, ia beli bahan-bahannya sendiri, termasuk memasaknya juga sendiri.
“Anaknya saya yang ultah. Sedangkan yang hadir 200 orang, tapi aneh yang keracunan hanya di sini. Sementara di Cintawana ada juga dua korban. Padahal lebih banyak di sana,” ucapnya kepada HR Online, Senin (16/11/2020).
Midaul menambahkan, bahwa ia bersama istri dan santri yang hadir pada cara ultah juga sama menyantap makanan.
Lebih lanjut Midaul mengatakan, bahwa makanan prasmanan tersebut ia buat sendiri. Adapun menu utamanya adalah suwir ayam, kentang, aset tahu, pepes ikan dan SOP.
“Tidak ada yang aneh. Bahan-bahan saya belanja sendiri. Tidak ada yang busuk. Bahkan istri saya pun ikut hadir dalam acara tersebut. Ada santri juga yang ikut hadir, tapi tidak ada gejala apa-apa,” pungkas Midaul. (Apip/R5/HR-Online)