Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Angka kematian ibu dan bayi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat selama tahun 2020 meningkat. Dengan meningkatnya jumlah kesakitan dan kematian ibu dan bayi, pemerintah kota menggelar kegiatan Konvergensi Lintas Sektor untuk Penyusunan Regulasi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neontal (AKN).
Sekda Pemkot Tasikmalaya, H Ivan D Hasannudin, membuka kegiatan tersebut yang berlangsung pada salah satu hotel Jalan KH Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya, Rabu (11/11/2020) kemarin
Sekda Kota Tasikmalaya, mengatakan, kesehatan adalah kunci ksesejahteraan dari badan, jiwa, serta sosial masing-masiang.
Ia menilai, setiap orang berhak produktif secara ekonomis, sehingga pengertian kesehatan itu tidak hanya kesehatan fisik saja, tapi juga meliputi sebagai sehat badan, jiwa, dan sosial.
Baca Juga : Aplikasi Menghitung Usia Kehamilan Gratis, Hasil Terbaik
Dalam pembangunan kesehatan itu, ibu dan bayi berhak mendapatkan perhatian serta bantuan khusus. Sebagai indikatornya adalah terkait dengan pencapaian penurunan AKI, yang merupakan salah satu prioritas nasional dalam penentuan IPM angka kematian ibu dan bayi Indonesia.
“Ini merupakan tugas kita semua, sehingga masyarakat mendapatkan haknya guna mendapatkan pelayanan kesehatan.Hal itu supaya mereka mendapatkan kondisi sehat,” ujarnya.
Jumlah kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi Kota Tasikmalaya tahun 2020 meningkat. Pemerintah kota pun menggelar kegiatan ini. Tujuannya sebagai upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan lintas program sektor serta lintas OPD.
Sementara itu, hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinkes Provinsi. Kemudian, Asda 1 Bidang Pemerintahan, dan dari Kesra Kota Tasikmalaya, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Tasikmaya. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), perwakilan dari Kodim, serta tamu undangan lainnya. (Apip/R3/HR-Online)