Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Taufik Gumelar, mengungkapkan, bahwa kehadiran bank sampah sangat berperan untuk mengurangi residu sampah di TPAS.
“Sampah yang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) sekitar 320 ton. Sementara sampah yang terkelola hanya 120 ton saja,” ungkapnya kepada HR Online, Sabtu (3/10/2020).
Menurutnya, sebelum ada program akselerasi persampahan, maka pengelolaan sampah belum terkendali. Sehingga, hasil sampah rumah tangga cukup banyak.
“Sebelum program pengelolaan sampah berjalan, sampah dari warga Ciamis itu mencapai 540 ton perhari,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya agar sampah yang terbuang ke TPAS residunya semakin sedikit.
Taufik melanjutkan, akibat tidak terkendalinya sampah, sehingga tidak sedikit warga Ciamis yang membuang sampah secara sembarangan.
Padahal, lanjutnya, kalau ada tempat untuk mengelola sampah bisa menjadi ladang penghasilan. “Dari situ akhirnya terbentuklah bank sampah di Ciamis,” imbuhnya.
Setelah ada bank sampah, sambungnya, maka residu sampah yang dibuang ke TPAS sekarang menjadi sedikit.
Sebab, sebelum semuanya terbuang, sudah melalui pemilahan terlebih dahulu oleh masyarakat, sebelum setor ke setiap bank sampah. “Kini sudah ada 152 bank sampah,” kata Taufik.
Inovasi Pemkab Ciamis untuk untuk Kurangi Residu Sampah TPAS
Taufik mengungkapkan, jika tidak ada inovasi pengelolaan sampah, pihaknya sudah memastikan sampah tersebut akan dengan cepat memenuhi TPAS. Padahal, TPAS memiliki kapasitas tampungnya yang tidak banyak.
“Sebab, TAPS milik Pemkab Ciamis ini tidak begitu luas, terlebih untuk menampung sekian banyak residu sampah perhari,” tuturnya.
Namun, dengan adanya bank sampah maka sisa pengolahan sampah yang terbuang ke TPAS semakin sedikit. Meski armada setiap hari mengangkut sampah.
Menurutnya, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk Ciamis, otomatis hasil sampah juga semakin bertambah. Sehingga, jika tidak ada inovasi pengelolaan sampah sudah barang tentu menjadi masalah besar.
Taufik menambahkan, dengan adanya bank sampah, selain sebagai lahan penghasilan masyarakat, juga menjadi tempat edukasi terkait kebersihan lingkungan.
Sehingga, terus tertanam dalam diri untuk selalu membersihkan sampah setiap hari lingkungan masing-masing.
“Karena sampah bukan merupakan hal kotor jika pengelolaannya benar, dan ada tempat untuk menampung hasil pemilahan sampah,” pungkasnya. (ES/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto