Sejarah tentang pendudukan Jepang di Indonesia menarik juga untuk dibahas. Terutama kisah Gyugun pasukan bantuan perang dari Palembang. Yang terjadi pada tahun 1943, ketika Jepang mulai mengerahkan rakyat pribumi untuk perang melawan sekutu. Pasalnya, Jepang mengalami kemunduran pada detik-detik kekalahannya.
Pengerahan rakyat pribumi ini untuk membantu perang, salah satunya dari Palembang. Banyak para pemda Palembang yang mengikuti pelatihan militer. Tujuan dari pembentukan militer sendiri untuk menghalau dan melindungi daerah jajahan sepang dari sekutu.
Kisah Gyugun saat Pendudukan Jepang di Indonesia
Menurut buku berjudul “Sejarah dan Peranan SUBKOSS dalam Perjuangan Sumbasel (1945-1950)” (2003: 11-15, mengisahkan Gyugun berasal dari istilah bahasa Jepang, yang artinya Bo-ei Gyugun. Komando militer tertinggi Jepang kawasan selatan menetapkan istilah ini. Pada masa Perang Pasifik untuk pasukan militer pribumi bentukan Jepang.
Sedangkan menurut Pedo Nopansyah dalam jurnal Pendidikan Sejarah, FKIP UNSRI:61 menjelaskan pembentukan Gyugun oleh Jepang mendapat tanggapan positif dari masyarakat Palembang.
Dalam Pendudukan Jepang di Indonesia, banyak pemuda daerah Palembang yang mendaftar sebagai calon anggota Gyugun. Hal ini juga karena ada dorongan pemerintah daerah agar masuk organisasi tersebut. Pimpinan pemerintah daerah kala itu Wdana Muara Enim adalah Abdul Rozak serta tokoh masyarakat lain Kepala PU Lahat yakni Bay Salim.
Baca Juga: Sejarah Kyai Haji Ahmad Sanusi, Pahlawan Islam Penentang Kolonial Belanda
Keduanya yakin Indonesia akan merdeka, ketika para pemuda memiliki keinginan kuat masuk militer bentukan Jepang yakni Gyugun. Ternyata, Organisasi Militer Gyugun ini menjadi titik awal kekuatan rakyat Palembang dalam mempertahankan kedaulatan RI.
Gyugun berperan penting bagi rakyat Palembang pada peristiwa Agresi Militer Belanda. Dari pelatihan militer Gyugun ini awal dari lahirnya Badan Keamanan Rakyat (BKR) Palembang. Yang berjuang pada garis depan dalam memperjuangkan keutuhan NKRI.
Mantan perwira Gyugun saat Pendudukan Jepang di Indonesia menjadi BKR. Para perwira Gyugun kala itu bertindak cepat agar keutuhan NKRI tetap terjaga. Juga dalam buku Sejarah Nasional Indonesi VI 2010:149, Gyugun menjadi organisasi militer berintegritas, sebagai pelopor pembenukan organisasi-organisasi Palembang dalam mempertahankan NKRI saat agresi miligter Belanda.
Pemberontakan Mantan Pasukan Gyugun
Mantan pasukan Gyugun Palembang pernah memberontak dan merampas senjata Jepang. Saat Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Ternyata aksi-aksi perampasan ini pernah terjadi juga untuk wilayah Sumatera lainnya.
Sejarah mencatat para pemuda mantan Gyugun, merampas empat pucuk karabin dari Markas Kavaleri serta beberapa pucuk senapan dari kantor polisi Jepang. Upaya perampasan senjata ini tidak jarang berakhir dengan bentrok fisik. Lantaran Jepang tidak dapat lagi berunding. Ada pula yang menyerahkan langsung pada Pemuda Keamanan Rakyat (PKR). Mereka pun memberi jaminan para tentara Jepang yang menyerah.
Begitulah sepenggal tentang sejarah pendudukan Jepang di Indonesia. Semoga para pembaca bisa mengenal lebih jauh bagaimana peristiwa pada masa lalu pernah terjadi. Semoga bermanfaat. (Erik/R9/HR-Online)
Editor: Dadang