Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pedagang aksesoris khas Sunda mengeluh. Pasalnya semenjak adanya pandemi Covid-19, omset penjualan mereka menurun drastis.
Encep Bilal salah satu pedagang aksesoris Sunda yang berada di Desa Sindangsari, kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis membenarkan kondisi tersebut, Minggu (4/10/2020).
Bilal mengatakan, sebelum adanya pandemi, biasanya omset penjualan aksesoris miliknya mencapai Rp 3 juta – Rp 4 juta perbualan.
Namun semenjak adanya wabah Covid-19, omsetnya berangsur turun hingga 80 persen.
“Biasanya setiap hari ada saja satu atau dua pembeli aksesoris khas Sunda
Yang datang ke toko . Akan tetapi karena adanya Covid-19, setiap hari kosong,” ujar Bilal.
Baca Juga: Selama Pandemi Virus Corona, Pedagang Pisang di Ciamis Sepi Pembeli
Ia mengaku, selain berdagang tetap dalam toko, sebelum adanya Covid-19, ia kerap berjualan di tempat keraiaman seperti lokasi car free day (CFD) BMX Ciamis.
Selain itu, ia juga berjualan pada kegiatan-kegiatan kesenian. Ilal menjajakan aksesoris khas sunda seperti iket, pangsi dan aksesoris lainnya.
“Biasanya selalu membuka stand jualan lumayan saja selalu ada yang beli. Namun berhubung sekarang kegiatan keramaian tidak ada bagaimana lagi,” katanya.
Ilal berharap , pandemi Covid-19 segera berakhir dan kembali normal.
“Karena situasi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh kepada daya beli masyarakat,” pungkas Bilal. (Fahmi/R8/HR Online)
Editor: Jujang