Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jumlah kasus positif Corona di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tembus 111 orang. Angka tersebut adalah warga Ciamis yang terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini, Selasa, 6 Oktober 2020.
Rinciannya, 48 orang sudah sembuh. Sementara 5 orang meninggal dunia. Kasus yang masih aktif atau belum sembuh sebanyak 58 orang, 8 orang di antaranya menjalani perawatan di Rumah sakit. Sedangkan 50 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.
Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Ciamis merilis per hari ini ada penambahan 18 orang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR.
Dari 18 orang tersebut, 10 orang berasal dari Kecamatan Ciamis. Sementara 8 orang berasal dari Kecamatan Cijeungjing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawan, mengonfirmasi hal tersebut.
“Ada penambahan 18 orang hari ini positif Covid-19, 10 dari Ciamis, 8 dari Cijeungjing,” katanya.
Bayu juga membantah kalau penambahan kasus hari ini berasal dari klaster MTQ. Ia menegaskan, kasus konfirmasi Covid-19 hari ini berasal dari kontak erat keluarga satu rumah.
“Hubungannya hubungan serumah kontak erat. Yang kedua sepertinya tidak berkaitan dengan klaster MTQ. Saat ini memang ada beberapa suspek, nggak nyambung dengan MTQ,” jelasnya.
Bayu juga menambahkan, untuk klaster MTQ total ada 16 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun saat ini penularannya sudah terpotong, sehingga tidak ada lagi penambahan kasus dari klaster MTQ.
“Yang dari MTQ sudah mulai kepotong tidak ada tambahan kasus baru dari klaster itu, totalnya 16. Jadi klaster terbanyak di Ciamis,” katanya.
Meskipun begitu, saat ini untuk proses penelusuran kontak erat pada klaster MTQ sudah selesai. Total ada sekitar 400 orang yang menjalani tes swab dari tracing klaster MTQ.
“Alhamdulillah isolasi sudah selesai, tracing sekitar 400 orang dari klaster itu, sudah nggak ada lagi yang positif. Berarti pemutusan penularan sudah berhasil,” jelasnya.
Penambahan Jumlah Positif Corona di Ciamis Hari Ini Bukan dari Klaster
Bayu menambahkan, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 hari ini bukan berasal dari klaster, namun penularan komunitas dan sporadis.
“Ciamis ada penularan sporadis, misalnya ada yang baru pulang dari Jakarta, kemungkinannya tertular dari sana. Lalu menular di keluarganya, ini nggak tahu asalnya dari mana. Sementara untuk komunitas biasanya satu aktivitas bersama tapi bukan satu waktu. Berbeda dengan klaster, misalnya menjalani aktivitas bersama seperti seminar, lalu tiba-tiba bersamaan ada beberapa yang positif,” terangnya.
Meskipun begitu, Bayu mengaku belum bisa menyimpulkan apakah penularan di Kecamatan Ciamis termasuk penularan komunitas atau bukan.
“Satu penyeledikan epidemiologi, membutuhkan waktu 7 hari. Sehingga belum bisa disimpulkan. Namun, kasus yang di Kecamatan Ciamis itu ada yang sporadis, dan ada kemungkinan komunitas,” katanya.
Bayu juga mengatakan, di Kecamatan Ciamis terdapat 1 keluarga yang positif Covid-19. “Alhamdulillah sudah terisolasikan, kebetulan keluarganya jarang keluar rumah. Jadi kontak tracingnya nggak terlalu banyak. Jadi nggak banyak terpapar,” katanya.
Adanya penularan Covid-19 dalam satu keluarga ini menjadikan Kecamatan Ciamis sebagai zona merah. Namun, untuk keseluruhan Kabupaten Ciamis, masih berada pada zona oranye.
Bayu mengingatkan agar masyarakat Ciamis mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni Memakai masker, Menjaga jarak hindari kerumunan, dan Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.
“Wajib kalau ke mana-mana sekarang pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, dan biasakan cuci tangan dengan sabun,” pungkasnya. (R7/HR-Online)
Editor: Ndu