Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyamakan langkah gerak pengendalian Covid-19 untuk wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi). Fokus penanganan terutama untuk klaster keluarga dan klaster perkantoran.
Saat ini angka penambahan kasus positif Covid-19 Bodebek masih tinggi. Untuk itu, Ridwan Kamil akan masih bertugas dan ngantor di Depok guna koordinasi dan memastikan gerak dalam pengendalian Covid-19.
Ridwan Kamil dengan para kepala daerah Bodebek menyepakati fokus pertama adalah menangani klaster keluarga. Saat ini terdapat 200 kepala keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kota Bogor. Situasi serupa terjadi pula untuk Kota Bekasi. Rata-rata ada tiga anggota dari keluarga terkonfirmasi positif.
“Kita sepakati untuk wilayah Bodebek ini klaster keluarga paling tinggi. Maka kita fokuskan itu. Karena klaster ini awalnya berasal dari klaster perkantoran,” ungkapnya.
Ridwan Kamil pun menyingkronkan kebijakan pembatasan kegiatan hingga pukul 18.00 WIB. Karena sejauh ini kebijakan pembatasan kegiatan setiap daerah Bodebek berbeda-beda. Dengan penyamaan dan sinkronisasi ini pengendalian Covid-19 akan lebih maksimal.
Ridwan Kamil mengatakan untuk keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Bodebek sudah mencapai angka 70 persen. Itu menandakan sudah melebihi standar WHO 60 persen. Untuk itu, Ridwan Kamil memerintahkan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menambah kapasitas ruang perawatan Covid-19.
Jabar pun akan memindahkan isolasi klaster keluarga yang tadinya mandiri akan terpusat. Dengan menggunakan gedung negara atau hotel. Mengingat potensi penularan klaster tersebut termasuk tinggi apabila melakukan isolasi mandiri.
Pemprov Jabar pun terus meningkatkan intensitas pengetesan PCR atau swab test untuk wilayah Bodebek. Karena ada beberapa daeah yang masih rendah, seperti Kabupaten Bogor yang memiliki penduduk 5 juta jiwa.
Kabupaten Bogor pun harus waspada terhadap adanya klaster pesantren. Sementara Kabupaten Bekasi harus fokus untuk klaster industri. Sedangkan untuk Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi lebih waspada terhadap klaster keluarga. (R9/HR-Online)