Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Luapan air yang bersumber dari Sungai Ciputrahaji pada Senin malam (26/10/2020), membuat ratusan rumah di wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terendam banjir. Selain bencana banjir, puluhan rumah pun tertimpa longsoran akibat derasnya curah hujan.
Camat Banjaranyar, Dedi Iwa, mengatakan, Desa Sindangrasa menjadi salah satu wilayah yang paling besar terkena dampak banjir. Tercatat, ratusan rumah terendam banjir, serta sebuah jembatan penghubung antar desa patah, akibat terseret arus Sungai Ciputrahaji.
Berita Terkait : Cerita Warga yang Terendam Banjir di Ciamis, Air Masuk Kamar Saat Sedang Tidur
“Akibat curah hujan ratusan rumah warga Kecamatan Banjaranyar terendam banjir. Dan juga puluhan rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa longsoran tebing. Data yang masuk ke kami saat ini, Desa Sindangrasa ada sekitar 2200 jiwa yang terkena bencana banjir,” katanya kepada HR Online, Selasa (27/10/2020).
Dedi menuturkan, saat ini 2200 warga Dusun Pongporang dan Dusun Pasir Ipis sudah mengungsi. Sedangkan Desa Sindangrasa yang paling parah, ada sekitar 700 rumah terendam banjir, dengan ketinggian rata-rata dua meter.
“Selain itu, Desa Cikaso juga banyak rumah warga yang terendam banjir. Namun kami belum menerima laporan dari desa tersebut berapa jumlah rumah yang terendam banjir tadi,” tuturnya.
Dedi menambahkan, bencana banjir selain merendam ratusan rumah warga, juga beberapa desa terjadi longsor. Antara lain Desa Banjaranyar sebanyak 4 rumah, Desa Pasawahan 2 rumah, Desa Tanjungsari 2 rumah, Desa Kalijaya 10 rumah, dan Desa Langkapsari 1 rumah.
Bahkan, bencana longsor juga memutuskan akses transportasi di Jalan Langkapsari Sumurbandung Pasawahan.
Begitu juga Jalan Banjarsari Kalijaya-Parigi daerah Bulaksitu, Desa Banjaranyar juga tertimbun longsor. Kemudian Desa Cikaso yang jalannya tertutup lumpur, akibat luapan Sungai Ciputrahaji.
“Selanjutnya jalan akses menuju kampung Madu juga longsor, dan kini masyarakat sedang gotong royong. Lalu Jalan Desa Tanjungsari longsor dan melumpuhkan akses jalan masyarakat,” terangnya. (Suherman/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto