Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- SDN 2 Pataruman menjadi salah satu sekolah yang menjadi contoh Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari 12 lembaga pendidikan tingkat SD. Namun karena covid-19 meningkat Disdikbud Banjar memberhentikan PTM ini.
Kepala SDN 2 Pataruman, Aas Aisah, menjelaskan, sekolahnya baru 2 kelas yang menjalankan PTM dan berlangsung sekitar 1 bulan.
Pemberhentian ini, kata Aas, langsung dari Disdikbud melalui telepon. Pihaknya pun langsung melakukan rapat dan akhirnya membubarkan siswa kelas 5 dan 6 untuk kembali belajar dari rumah.
“Sekitar pukul 08.00 WIB saya dapat telepon dari Pak Kabid Kurikulum bahwa PTM harus berhenti dulu sampai waktu yang belum jelas kapannya,” terang Aas, Kamis (1/10/2020).
Baca juga: Update Corona Kota Banjar 1 Oktober, Total Konfirmasi 36, Sembuh 24
Belajar Luring Kembali
Penghentian belajar tatap muka ini, terangnya, akibat adanya penutupan Puskesmas 3 Pataruman dan Lapas.
Sehingga, belajar siswa terpaksa harus menggunakan metode luring kembali .
Pihaknya selain mengimbau siswa dan orang tua supaya menerapkan protokol kesehatan dan melarang keluar kota. Pasalnya, saat ini cukup mengkhawatirkan karena penyebaran covid-19 semakin meningkat.
Kabid Kurikulum, Ahmad Yani, membenarkan pihaknya menghentikan kegiatan PTM SDN 2 Pataruman karena adanya imbas penutupan Puksesma dan Lapas.
Meski Puskesmanya sudah buka kembali, namun pihaknya tetap khawatir kondisi siswa. “Ada 12 sekolah yang menjadi contoh belajar tatap muka, dan semuanya itu sementara waktu kita hentikan secara bertahap sesuai daerahnya,” pungkasnya. (Hnd/Muhafid/HR-Online)