Penerapan teknologi terbaru pada kendaraan roda dua dan empat mengharuskan penggunaan BBM beroktan tinggi karena dianggap lebih ramah lingkungan. Pasalnya, penggunaan BBM ron rendah justru bikin emisi gas buang menjadi lebih tinggi.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Febby Tumiwa, dalam keterangan resminya, Rabu (21/20/2020), membenarkan efek penggunaan bahan bakar minyak ron rendah.
Febby menjelaskan, pemakaian BBM ron rendah bisa merusak mesin kendaraan. Selain itu, pemakaian bahan bakar ini sudah tidak lagi sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Apalagi, banyak negara-negara maju di beberapa belahan dunia sudah tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak dengan kadar ron rendah.
Kebijakan Peralihan BBM Ron Rendah ke BBM Berkualitas
Menurut Febby, pemerintah perlu membuat kebijakan yakni mengalihkan pemakaian BBM ron rendah ke jenis bahan bakar pertamax series.
Alasannya, kata Febby, yakni pemakaian bahan bakar ron rendah lebih cepat merusak kendaraan dan berdampak buruk pada lingkungan.
Contoh kebijakan yang bisa pemerintah ambil, lanjut Febby, yaitu penerapan standar bahan bakar. Kemudian kebijakan mengenai fuel economy untuk kendaraan yang progresif.
Febby mengungkapkan, banyak konsumen akan memanfaatkan BBM berkualitas seandainya pemerintah mengeluarkan BBM ron tinggi dengan harga murah.
Sebab bagaimanapun, Febby menilai, konsumen akan bereaksi ketika pemerintah menaikkan harga BBM.
Opsinya, menurut Febby, konsumen bisa beralih ke BBM lain yang lebih berkualitas dengan harga murah ketika harga BBM premium dibuat menjadi lebih mahal.
Dampak Negatif BBM Ron Rendah
Sementara itu, Direktur Energi Watch, Mamit Setiawan, mengamini efek penggunaan BBM Ron rendah. Menurutnya, pemakaian bahan bakar jenis ini lebih boros dan berdampak negatif terhadap mesin kendaraan.
Pasalnya, kata Mamit, pembakaran pada mesin yang tidak sempurna, menjadikan BBM ron rendah menghasilkan emisi yang sangat tinggi.
“Bahan bakar dengan ron rendah juga menghasilkan karbon monoksida serta nitrogen dioksida yang tinggi,” katanya.
Untuk itu, Mamit menyarankan pemerintah membuat kebijakan untuk mendorong masyarakat beralih ke BBM yang lebih berkualitas bagus.
Mamit menambahkan, pemakaian bahan bakar berkualitas membuat sistem pembakaran pada mesin menjadi lebih sempurna. Sehingga konsumsi BBM menjadi lebih irit, mesin menjadi awet dan perawatan kendaraan lebih mudah.
Selain itu, pemakaian BBM yang berkualitas juga bisa menekan produksi emisi serta memperbaiki kualitas udara. (Deni/R4/HR-Online)