Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bank Sampah Ciamis menjadi yang pertama di Indonesia, yang pengelolaannya oleh pemerintah daerah (pemda). Hal tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat tatar Galuh Ciamis. Pasalnya, dengan adanya bank sampah ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
“Iya benar. Bank sampah Ciamis ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, yang pengelolaanya oleh pemda,” ucap Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Giyatno, Senin (19/10/2020).
Giyatno menambahkan, pihaknya sengaja membangun bank sampah di wilayah perkotaan. “Agar masyarakat bisa membawa langsung ke sana, dengan catatan sampah tersebut sudah dipilah-pilah,” katanya.
Sementara untuk pemilahan sampah sendiri merupakan tugas dari bank sampah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami juga memberikan pengetahuan tentang mengelola sampah, sampai itu bisa berguna bagi masyarakat. Bahkan bisa menghasilkan uang dari sampah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Giyatno menjelaskan, setelah nanti sampah proses pemilahan selesai, selanjutnya adalah menimbangnya kemudian akan masuk menjadi tabungan masyarakat.
Bahkan, ada hadiah yang bisa masyarakat dapatkan jika menabung di bank sampah, yaitu berupa satu unit sepeda motor.
“Kemudian bagi bank sampah unit yang telah bergabung, nantinya akan mendapatkan juga hadiah berupa motor roda tiga,” ungkapnya.
Sampai saat ini, bank sampah unit yang tersebar di Kabupaten Ciamis sebanyak 152. Bank sampah tersebut dari kelompok masyarakat, kelompok pemuda dan masyarakat yang kreatif mengelola sampah.
Giyatno berharap, bank sampah bisa menjadi terobosan baru, dalam pengelolaan sampahnya. Menurutnya, sampah kini bukan menjadi masalah, tapi membawa berkah bagi masyarakat.
“Asalkan kita bisa kreatif dalam mengelola sampah, maka bisa menjadi sumber penghasilan,” katanya.
Belajar Mengelola Sampah di Bank Sampah Ciamis Gratis
Menurut Giyatno, bank sampah bisa menjadi kekuatan besar bagi Kabupaten Ciamis untuk mengelola sampah. Namun untuk mewujudkannya ternyata tidak lah mudah.
Bahkan, DPRKPLH Kabupaten Ciamis dalam enam kali mendatangi satu lokasi saja, sampai saat ini belum juga ada bank sampah.
“Kami tidak putus asa dan akan terus berjuang dalam pengelolaan bank sampah ini. Kami terus berusaha mengedukasinya, karena ini perlu proses,” katanya.
Untuk itu, Giyatno mempersilahkan kepada masyarakat Ciamis bagi yang ingin belajar tentang pemilahan, bisnis, serta menajemen bank sampah. “Dan itu gratis alias tidak ada pungutan untuk biayanya,” ucapnya.
Bahkan, beberapa hari yang lalu, ada kabupaten/kota tetangga yang datang untuk belajar tentang bank sampah. “Masa masyarakat Ciamis tidak ada yang datang, kan mubazir,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Taufik Gumelar, bank sampah tersebut merupakan salah satu terobosan atau inovasi dalam penanganan kebersihan. Sehingga Ciamis kini menjadi kabupaten yang bersih dan bernilai.
“Sedekah sampah, merupakan salah satu contoh inovasi dalam penanganan persampahaan ini, melalui pendekatan sosial dan agama,” singkatnya. (Ferry/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto