Tidak bisa mencium bau merupakan bagian dari salah satu gejala infeksi virus Corona. Kondisi ini sering terjadi pada pasien yang sudah konfirmasi positif Covid-19. Alat indera yang berfungsi sebagai penciuman ini menjadi salah satu media perantara dari penyebaran virus. Bahkan, beberapa pasien yang terinfeksi oleh Coronavirus mengalami gangguan penciuman.
Baca Juga: Perbedaan Gejala Corona dengan Flu dan Tipes, Awas Jangan Salah!
Sebenarnya, ada beberapa gejala yang bisa membuat seseorang terkonfirmasi positif Covid-19, seperti demam, flu, pilek, batuk, sampai penurunan oksigen dalam tubuh.
Hanya saja, ada beberapa kasus seseorang positif Covid-19, tapi tidak memiliki gejala apapun. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan. Sebab, orang tersebut memiliki peluang lebih besar menularkan Covid-19 ke orang lain.
Tidak bisa mencium bau juga masuk ke dalam gejala virus Covid-19. Kehilangan indera penciuman sebagai salah satu gejala Corona mulai mendapat perhatian pada akhir Februari 2020.
Kehilangan indera penciuman atau anosmia saat ini resmi masuk ke dalam daftar gejala covid-19 menurut pusat pengendalian dan pencegahan Amerika Serikat pada bulan April lalu.
Ternyata, ada beberapa studi yang mengungkap mengapa kehilangan indera penciuman ini bisa masuk ke dalam gejala Covid-19.
Penelitian: Tidak Bisa Mencium Bau Merupakan Gejala Covid-19
Berikut beberapa penelitian yang mengungkap kehilangan indera penciuman sebagai bagian dari gejala Covid-19.
Penelitian Terdahulu
Menurut beberapa penelitian terdahulu, kehilangan indera penciuman terjadi karena neuron sendori merupakan tipe sel yang rentan.
Neuron ini berperan dalam mendeteksi dan mengirimkan indera penciuman sampai ke otak. Sehingga, jika terinfeksi virus Covid-19, kemungkinan neuron tersebut terinfeksi juga.
Baca Juga: Ciri Happy Hypoxia, Gejala Corona yang Disebut Paling Mematikan
Studi Ahli Syaraf Harvard Medical School (HMS)
Dalam studi ini, para ahli mengungkap bahwa bagian yang rentan terinfeksi virus Covid-19 bukan neuron sensori, tapi sel-sel pendukung penciumannya.
Kondisi ini secara tidak langsung akan menyebabkan perubahan pada neuron sensori. Sehingga, seseorang tidak bisa mencium bau.
Namun, kondisi ini tidak akan bersifat permanen. Ketika sudah ada penanganan, seseorang yang kehilangan indera penciuman bisa kembali mencium bau.
Ketika sudah tertasi, maka neuron penciuman tidak perlu diganti atau dibentuk dari awal. Hanya saja, untuk bisa mengonfirmasi kesimpulan yang lebih baik, maka perlun lebih banyak data dan pemahaman.
Terapi Bagi Seseorang yang Tidak Bisa Mencium Bau
Untuk menemukan solusi dari masalah ini, masih memerlukan observasi lebih lanjut mengenai kerusakan dan perbaikan pada jaringannya.
Namun demikian Anda yang mengalami kehilangan indera penciuman sehingga tidak bisa mencium maupun menyesap aroma dan rasa tertentu tak perlu khawatir.
Anda bisa melakukan terapi untuk mengembalikan indera penciuman Anda yang hilang. Dalam hal ini ada sebuah organisasi yang menawarkan harapan. Organisasi tersebut adalah organisasi badan amal inggris bernama AbScent.
Organisasi satu ini memang hanya berfokus terhadap terapi bagi seseorang yang tidak bisa mencium bau.
Sejak munculnya Covid-19, sudah ada tiga kali lipat orang yang melakukan terapi bau pada organisasi ini. Terapi bau sendiri pada dasarnya berbentuk fisioterapi untuk indera penciuman.
Tentunya, terapi tersebut bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas saraf hidung. Sehingga, hidung bisa merespons rangsangan bau dengan lebih baik.
Baca Juga: Gejala Awal Corona pada Anak Perlu Diwaspadai
Pada bulan Maret lalu, AbScent sudah terhubung dengan lebih banyak orang lagi. Bahkan, salah satu media sosialnya sudah memiliki anggota lebih dari 7.000 orang.
Terapi bau adalah dengan memanfaatkan sejumlah aroma berbeda. Sehingga nantinya, seseorang yang tidak bisa mencium bau bisa kembali normal.
Sejumlah aroma untuk melakukan terapi ini berasal dari minyak atsiri, seperti lemon, cengkeh, mawar dan kayu putih.
Nantinya, para pasien akan mengendus aroma-aroma tersebut selama kurang lebih 20 detik. Terapi ini harus dilakukan setiap dua kali sehari minimun empat bulan.
Jika memang tidak ada minyak atsiri, maka bisa dengan menggunakan zat beraroma kuat lainnya yang sudah tersedia dalam rumah Anda.
Adapun penggantinya antara lain rempah-rempah, kopi dan lain sebagainya. Terapi ini tentu bisa mengembalikan indera penciuman seseorang.
Tidak bisa mencium bau tentu akan sangat menyiksa. Baik bagi penderita Covid-19 atau bukan, kondisi ini bisa mempengaruhi dirinya. Oleh sebab itu, diperlukan terapi bau yang bisa mengembalikan sensitivitas indera penciuman. Terapi bau bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan bahan yang memiliki aroma kuat. (Ndu/R7/HR-Online)