harapanrakyat.com,- Camat Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat merespon adanya informasi dugaan ajaran sesat dari salah satu warganya.
Pihaknya pun langsung mengumpulkan berbagai stakeholder, termasuk TNI, Polisi, MUI dan lainnya untuk membahas masalah ini bersama KUA.
Camat Lakbok, Wiwik Dwikora, mengatakan, guna menghindari menyebarluasnya ajaran tersebut, semua pihak terkait langsung berkumpul untuk menyelesaikan persoalan ini.
Pada Senin (31/8/2020) lalu, kata Wiwik, Dalilan, salah satu warga terduga yang memiliki paham melenceng dari agama Islam ini juga hadir dalam kesempatan itu.
Bahkan, pihaknya juga memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi tujuan serta pemahaman yang selama ini membuat sebagian warga resah.
Baca juga: Muncul Ajaran Sesat di Ciamis yang Yakin Ka’bah Bakal Pindah ke Lakbok
“Memang Pak Dalilan fasih dalam bertutur kata dan sangat percaya diri. Apalagi berkaitan dengan hasil pemikirannya berkaitan dugaan ajaran sesat ini,” kata Wiwik kepada HR Online, Rabu (2/9/2020) kemarin.
Dalam penyampaiannya, pria paruh baya itu menyebut Ka’bah disingkat KBH yang berarti agama Kristen, Budha dan Hindu. Bahkan, meyakini bakal pindah ke Lakbok.
Alasannya, terang Wiwik, kata labaik yang biasa terucap saat talbiah ketika orang haji berarti Lakbok.
Tak hanya itu, syahadat pun berubah yang sebenarnya terdapat kata Nabi Muhammad menjadi Imah Mahdi sebagai juru selamat pada akhir zaman.
“Jadi dari Muspika memberikan kesempatan dulu untuk menyampaikan semuanya supaya jelas. Setelah itu baru meluruskan dari pemikiran yang tidak benar itu,” imbuh Wiwik.
Dalilan Tobat
Ketika Ketua MUI, H Surip Muhrojin, memaparkan berbagai penjelasan terkait dugaan ajaran sesat itu, lanjut Wiwik, Dalilan pun mulai menerima dan mengakui kesalahannya.
Meski sempat terlihat tingkah laku yang aneh, seperti mengangkat kaki ke kursi pada saat masih dalam forum, namun kemudian menurunkan setelah mendapatkan teguran.
“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, selain sudah menyatakan akan kembali ke jalan yang benar, juga mengucapkan syahadat,” ucap Wiwik.
Wiwik harap, masyarakat agar lebih waspada dan tetap menjalankan agamanya masing-masing sebagaimana mestinya.
“Adanya kejadian dugaan ajaran sesat ini menjadi perhatian bagi semua untuk terus waspada dan tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang berlaku,” pungkas Wiwik. (Muhafid/R6/HR-Online)