Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Dalam upaya pulihkan ekonomi Jabar dalam masa Pandemi Covid-19, Gubernur Jabar melaksanakan tanda tangan perjanjian pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktur. Pinjaman daerah ini melalui berbagai kegiatan infrastruktur.
Ridwan Kamil menuturkan, penerimaan pembiayaan melalui pinjaman PEN (pemulihan ekonomi nasional) daerah ini dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi. Khususnya kaitan dengan belanja modal pemerintah yang turut terdampak pandemi.
Dana pinjaman daerah sebesar RP 1,812 triliun ini alokasinya untuk membiayai berbagai proyek strategis yang sifatnya pelayanan publik. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Prioritasnya menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja, pemanfaatan baku lokal serta memiliki manfaat sosial bagi masyarakat.
Pinjamin ini sekaligus upaya mengembalikan program-program strategis yang sebelumnya telah mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. Sehingga dapat pulihkan ekonomi di 27 Kabupaten/Kota se Jabar.
“Ini merupakan inovasi pembiayaan pembangunan dari pusat lewat pinjaman daerah. Memang daerah sangat membutuhkan untuk mengembalikan pemulihan ekonomi Jabar,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.
Kang Emil berharap pinjaman daerah ini bermanfaat dalam sisa waktu tiga bulan terakhir tahun 2020 dengan cara yang bermanfaat. Pinjaman daerah ini mampu meningkatkan belanja pemerintah ketika lesunya ekspor dan daya beli masyarakat.
Berikut rincian pinjaman daerah Rp 1,812 triliun untuk pulihkan ekonomi Jabar. Ada 7 pembiayaan kegiatan infrastruktur. Yakni: 1.Infrastruktur jalan dengan nilai Rp463,558 miliar 2. Infrastruktur pengairan Rp27,96 miliar 3. Infrastruktur perumahan Rp200,55 miliar.
4. Infrastruktur sosial pariwisata Rp15 miliar 5. Infrastruktur sosial kesehatan Rp1,016 triliun. 6. Infrastruktur perkotaan bangunan publik Rp25,598 miliar 7. Infrastruktur perkotaan ruang publik Rp63,692 miliar.
Ridwan Kamil menegaskan akan melakukan pemantauan saat pengerjaan proyek tersebut. Sehingga warga Jabar dapat merasakan pinjaman daerah ini dengan mendatangkan lapangan kerja yang banyak.
Pemulihan Ekonomi Jabar, Untuk Kepentingan Seluruh Daerah
Mochamad Ardian Noervianto, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri memuji kebijakan Gubernur Jabar. Yang mana pinjaman daerah ini diterusken ke kabupaten/kota se Jabar. Padahal biasanya pinjaman ini hanya untuk kepentingan Pemda itu sendiri.
“Berbeda dengan apa yang saat Pemprov Jabar lakukan. Pak Gubernur melalui kebijakannya, meneruskan bantuan keuangan untuk daerah se Jabar. Semoga pemanfaatan pinjaman daerah ini optimal untuk pulihkan ekonomi Jabar beserta daerah-daerahnya,” Kata Ardian.
Ardian menyatakan akan mendorong Jabar dan daerahnya untuk mengoptimalkan bank BJB sebagai parter dalam membangun sinergi Pemda masing-masing. Sehingga dapat memulihkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. (R9/HR Online)