Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dalam melaksanakan program PEN atau Percepatan Ekonomi Nasional, HIPMI Kota Banjar turut serta mengajak masyarakat untuk sadar terhadap pentingnya protokol kesehatan.
Ketua HIPMI Banjar, Aep Saeful Hijbi, mengatakan, pelaksanaan program PEN ini pihaknya menggandeng Polres yang salah satunya menyediakan sebanyak 5000 masker ke sekolah yang akan memulai belajar tatap muka.
“Masker sudah kita bagi sekitar 3000 ke sekolah-sekolah. Kita juga mengedukasi pelajar untuk mengenal bidang usaha supaya generasi muda banyak yang termotivasi,” kata Aep kepada HR Online, Sabtu (19/9/2020).
Ia harap siswa maupun Guru dapat terlindungi dari covid-19 ketika belajar tatap muka berlangsung.
Baca juga: Yedi: HIPMI Ciamis Harus Mampu Jadi Motivator Usaha Masyarakat
Upaya Percepatan Ekonomi Nasional
Untuk mewujudkan program PEN ini, HIPMI terus mencari berbagai kendala pelaku usaha guna mencarikan solusinya.
Seperti adanya peluang ekspor sale ke Malaysia yang membutuhkan 6000 bal sekali kirim, sedangkan Kota Banjar hanya mampu sampai 1500.
“Kita sudah pernah ekspor sale 2 kali. Ini jadi peluang yang cukup besar bagi UMKM Banjar,” ujarnya.
Karena pasar sudah jelas ada dan produksi masih kewalahan, ia harap pelaku usaha bisa menjaga kualitas serta kuantitas produknya.
Masih soal sale, kata Aep, setelah pihaknya melakukan observasi ternyata UMKM terkendala masalah bahan baku pisang.
Ia pun mendorong agar pemerintah dapat menyediakan lahan untuk tanaman ini, atau adanya gerakan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam pisang. Sehingga, ini akan membantu para petani maupun pengrajin sale.
“Covid-19 bukan masalah pemerintah saja, namun itu persoalan bersama yang mana pemecahannya sama-sama. Dengan mematuhi protokol kesehatan, saya yakin perekonomian kita pun bisa kembali bangkit,” pungkasnya. (Aji/R6/HR-Online)