Penyebab penyakit leukemia umumnya tidak bisa diketahui secara pasti. Namun gejala penyakit leukemia dapat terlihat dari tanda-tanda fisik serta turunnya kondisi tubuh si penderita. Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit leukemia? Simak ulasan berikut.
Leukemia termasuk salah satu jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan. Dengan begitu apabila dokter memvonis seseorang mengidap penyakit ini maka ibarat sebuah mimpi buruk. Sebab penyakit tidak mudah disembuhkan.
Penyakit leukemia populer dengan sebutan kanker darah. Jenis kanker ini menyerang sel-sel darah dan sumsum tulang. Penyakit ini, mengutip dari Wikipedia, akibat terjadi perbanyakan sel-sel pembentuk darah secara tak normal.
Sel-sel yang terdapat pada sumsum tulang dan jaringan limfoid ini mengalami transformasi maligna. Serangan ini terjadi akibat sel-sel darah putih atau leukosit yang menjadi sel-sel tidak normal mengganggu pembentukan sel darah untuk imunitas tubuh.
Tidak diketahui secara pasti apa penyebab penyakit leukemia ini. Penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa meskipun anak-anak juga tak luput dari risiko terkena. Tingkat kematian penyakit ini juga terbilang cukup tinggi.
Hal ini karena penyakit kanker darah sulit untuk sembuh akibat daya tahan tubuhnya terganggu dan menurun secara drastis. Leukemia akan menggerogoti semua sumsum tulang belakang dan menyerang daya tahan tubuh.
Serangan ini menyebabkan DNA pada sel darah menjadi rusak dan sel darah putih menjadi berlebih. Sedangkan sel darah sehat menjadi berkurang dan rusak. Akibatnya tubuh menjadi sangat lemah.
Faktor Penyebab Penyakit Leukemia
Ada banyak faktor yang memicu dan menyebabkan leukemia. Para ahli medis belum bisa menemukan secara pasti penyebab serangan penyakit ini. Nah, berikut ini berbagai faktor risiko penyebab penyakit leukemia yang wajib Anda waspadai.
Kebiasaan Merokok
Bagi Anda yang terbiasa merokok sebaiknya berhati-hati terhadap zat berbahaya dalam batang rokok. Sebab penelitian menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih berisiko terkena leukemia ketimbang yang tidak merokok.
Minum Kopi Berlebihan
Kopi mengandung kafein yang tidak baik untuk tubuh. Minum kopi secara berlebihan dan berlangsung lama bisa menjadi pemicu dan penyebab penyakit leukemia. Batasi minum kopi Anda untuk mencegah penyakit kanker darah.
Kemoterapi
Kemoterapi adalah teknik pengobatan penyakit dengan menggunakan bahan kimia. Namun pengobatan ini mempunyai efek samping yang bisa merugikan penderitanya, seperti diare, mual, infeksi, hingga rambut rontok.
Pengobatan kemoterapi juga bisa memicu dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit leukemia. Karena itu sebelum melakukan kemoterapi perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi tubuh secara jujur.
Paparan Radiasi
Hasil riset menemukan bahwa paparan radiasi juga dapat menjadi penyebab penyakit leukemia. Seperti paparan radiasi sinar X yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit kanker darah ini.
Baca juga: Kenali Gejala dan Penyebab Leukosit Tinggi serta Langkah Menurunkannya
Bagi ibu yang tengah mengandung sebaiknya menghindarkan diri dari pemeriksaan menggunakan sinar X atau Rontgen. Karena paparan ini akan meningkatkan risiko sang bayi terkena penyakit leukemia.
Kelebihan Berat Badan
Hasil penelitian menemukan bahwa obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko dan menyebabkan penyakit leukemia. Hal ini karena penimbunan zat gizi tidak terolah secara baik. Karena itu imbangi dengan olahraga secara teratur.
Paparan Zat Kimia Benzena
Paparan zat kimia Benzena juga dapat menjadi penyebab penyakit leukemia. Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi kadar zat kimia benzena yang terkena atau terpapar tubuh semakin besar pula peluang terkena kanker darah.
Baca juga: Penyebab Sakit Dada Tapi Bukan Gejala Serangan Jantung, Apa Saja?
Jenis zat kimia yang mengandung Benzena antara lain bensin, tinta printer, pewarna rambut, karet buatan, plastik, dan obat. Karena itu hindari menghirup bahan-bahan tersebut agar terhindar dari risiko kanker darah.
Faktor Keturunan
Penyebab penyakit leukemia yang lainnya juga bisa karena faktor keturunan. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga yang menderita leukemia memiliki risiko lebih besar terkena penyakit leukemia 2 sampai 4 kali lipat ketimbang yang tidak.
Paparan Zat Kimia Radon
Selain radiasi, paparan zat kimia berbahaya seperti Radon juga dapat memicu dan meningkatkan risiko terkena penyakit kanker darah. Karena dapat meningkatkan risiko terkena leukemia.
Jenis zat radioaktif ini tak jarang terdapat di lingkungan sekitar. Zat yang tak berbau dan berwarna ini jika terhirup dan masuk ke dalam tubuh dapat menjadi penyebab penyakit leukemia.
Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
Penyakit kanker darah terjadi karena kanker menggerogoti sumsum tulang belakang dan sel darah yang sehat. Sehingga DNA pada darah menjadi rusak dan sel darah putih menjadi berlebihan jumlahnya.
Kondisi ini menyebabkan sel darah sehat menjadi berkurang dan rusak. Berikut ini sejumlah gejala penyakit leukemia serta tanda-tandanya yang dapat terlihat.
- Bibir tampak pucat
- Tubuh mudah merasa lelah.
- Pucat pada bagian konjungtiva mata
- Gampang mengalami pendarahan pada bagian hidung, gusi ataupun pada saat buang air besar dan buang air kecil.
- Sakit tenggorokan berbarengan dengan ruam kulit, sakit sariawan, demam ringan atau sakit kepala.
- Terjadinya pembengkakan pada selangkangan, ketiak atau tenggorokan.
- Nafsu makan menjadi hilang yang membuat bobot badan menyusut tajam.
- Tubuh mengalami demam, banyak keringat, nyeri tulang dan timbul bintik merah pada kulit.
Mengenal gejala maupun penyebab penyakit leukemia sangat penting agar kita lebih mengetahui penyakit mematikan ini. Seperti yang dialami Shakira Aurum, anak artis penyanyi Denada yang hingga kini masih dirawat di Singapura.
Pengalaman Shakira sangat menginspirasi dan menimbulkan empati banyak orang, termasuk dari Presiden Jokowi. Anak imut ini menderita kanker darah sejak 2018. Perawatan dan pengobatan yang lama ra telah menyita biaya hingga milyaran rupiah.
Kabarnya, gejala penyakit leukemia yang mendera Shakira berawal dari pulang jalan-jalan. Wajah dan tubuh anak ini tiba-tiba tampak lebam biru namun Denada menganggapnya sebagai gejala kelelahan biasa. Apalagi nafsu makan anak masih baik.
Setelah berjalan beberapa waktu, Shakira tiba-tiba demam panas. Denada masih menganggapnya sebagai demam biasa dan kemudian memberikan obat penurun demam. Namun kondisinya tak membaik. Denada yang menduga anaknya sakit demam berdarah pun hasilnya negatif.
Namun setelah cek pemeriksaan darah, trombosit anaknya tercatat 32 ribu atau terbilang sangat rendah. Standarnya, kadar trombosit normal berkisar 140 ribu sampai 450 ribu. Setelah mendapat pemeriksaan lebih lanjut ternyata Shakira mengalami kanker darah.
Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Leukemia
Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah penyakit penyakit Leukemia dapat dengan cara menghindari berbagai faktor pemicu dan penyebab penyakit leukemia.
- Berhenti merokok.
- Menjaga berat badan seimbang atau normal.
- Menghindari dari paparan zat kimia Radon dan Benzena berbahaya. Yang biasanya terdapat pada cat lukis, detergen, pembersih rumah, lem dll.
- Menghindarkan diri dari paparan radiasi.
- Melaksanakan dan menerapkan pola hidup sehat.
- Melaksanakan pemeriksaan darah secara berkala.
Sedangkan untuk mengobati atau mengatasi penyakit leukemia tentunya harus dengan membasmi sel kanker. Kalau pengobatan leukemia menggunakan medis umumnya dengan transplantasi sel induk, terapi radiasi, dan kemoterapi.
Anda juga bisa menggunakan teknik pengobatan ala herbal dan medis. Untuk mengobati penyakit leukemia secara alami dapat menggunakan ramuan herbal seperti ginseng merah, kunyit, daun zaitun, tapak dara, dan daun sirsak.
Itulah informasi tentang penyebab penyakit leukemia beserta gejala dan cara mencegahnya. Kanker darah merupakan penyakit berbahaya dan tidak mudah sembuh. Karena itu sebaiknya hindari faktor pemicu dan penyebabnya agar terhindar kanker darah. (R11/HR-Online)