Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Hesky Zenia Rusdiana, pemuda asal Kota Banjar, Jawa Barat, ini mampu menyulap mobil tua menjadi kafe kopi. Sekitar 4 tahun lalu, Hesky menyulap mobil tersebut menjadi tempat nongrong kekinian.
Sebelum memiliki usaha sendiri, pemuda asal Kota Banjar ini menjadi tukang cuci piring dan kebersihan. Hal itu Hesky lakukan, karena saat itu kuliah sedang tahap semester akhir dan uang jajan makin menipis.
“Akhirnya saya mulai niat untuk memiliki uang dari hasil sendiri atau tidak mengandalkan orang tua. Dan pekerjaan pertama menjadi tukang cuci piring serta nyapu di kafe kopi,” ungkapnya kepada HR Online, Senin (21/9/2020).
Perlahan-lahan, Hesky mulai belajar tetang kopi dan cara menyeduhnya. Akhirnya, katanya, pemilik kedai kopi mendorongnya untuk membuat kopi shop atau kedai kopi sendiri, agar makin berkembang.
“Pemilik perusahaan pun dukung saya dan menyarankan untuk membuat kafe kopi sendiri,” katanya.
Awal Mula Ide Menyulap Mobil Tua jadi Kafe Kopi di Kota Banjar
Hesky pun melihat peluang usaha di Kota Banjar. Selain itu, pada tahun 2016-2017 belum terlalu banyak kedai kopi.
Namun keinginan untuk membuat kedai kopi terhambat. Pasalnya, saat itu harga kontrakan dan ruko sedang mahal. “Namun pada saat itu, saya masih kekurangan untuk masalah pendanaan,” ucapnya.
Tetapi, Hesky terus mencari ide lagi agar keinginan dan usaha untuk memiliki kafe kopi tetap berjalan. Akhirnya, pemuda asal Kota Banjar ini memiliki ide untuk tempat usahanya, yaitu menyulap mobilnya menjadi sebuah kedai kopi.
Ide tersebut berawal saat mengikuti acara motor di Bandung. Hesky melihat food truck, maka terlintaslah ide untuk membuat yang seperti itu.
Akhirnya, Hesky mengikuti konsep kedai food truck, dengan menggunakan mobil hijet tahun 1983 miliknya menyerupai food truck.
“Acara itu banyak food truck dan unik-unik. Dari situ saya mulai terinspirasi mengambil konsepnya,” tuturnya.
Ide menyulap mobil tua menjadi kafe kopi memang menguntungkan bagi Hesky. Terbukti, pada awal buka tidak sedikit konsumennya yang mampir ke Jl. Dr Huseind kartasasmita 144, tempatnya mangkal.
Akan tetapi, pada awal-awal wabah Covid-19 penjualan atau omsetnya mulai berkurang. Namun kini sudah omsetnya sudah mulai normal kembali, meski tidak sebanyak saat sebelum Corona.
“Sebelum Covid-19, kami bisa menjual 30 cup lebih perhari, dan sekarang penjualan hanya sampai 25 ke bawah per harinya,” pungkasnya. (Aji/R5/HR-Online)