Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Lapas Kelas 2 B Tasikmalaya mendapat sorotan dari sejumlah elemen masayrakat. Pasalnya, lapas yang seharusnya menampung 89 orang justru berisi 300, bahkan sampai 600 napi.
Dalam audiensi kepada Komisi IV DPRD Tasikmalaya ini, Forum Aspirasi Peduli Lingkungan Tasikmalaya, Mantan Narapidana Tasik (Manasix), Granatm XTC Purbaratu, dan Black Baron menyampaikan keluh kesahnya.
Ketua Manasix, Asep Ugar, mengatakan, pihaknya sangat prihatin melihat napi Lapas Kelas 2 B yang menempati tempat yang sempit karena over kapasitas.
Bahkan, kata Asep, karena kondisi ini membuat napi ada yang tidur di atas WC.
“Napi juga manusia, bukan ikan pindang berjajar begitu saja dalam ruangan sempit. Bayangkan saja, seharusnya untuk 89 orang malah pernah sampai 600 napi, kan kasihan,” kata Asep saat audiensi, Senin (7/9/2020).
Baca juga: Warga Banjar Soroti Fasilitas Publik yang Tidak Terawat
Asep bersama sejumlah organisasi mendesak agar Lapas Kelas 2 B Tasikmalaya ini segera membangun tempat baru yang lebih ideal.
Ketua Komisi IV DPRD Tasikmalaya, Dede Muharam, mengapresiasi perwakilan dari organisasi masyarakat ini yang peduli terhadap keberadaan Lapas.
Menurut Dede, sesuai pemaparan itu tentu saja sangat mengerikan. Padahal, lapas merupakan tempat pembinaan yang seharusnya bukan hanya pada fisik saja, akan tetapi mental juga.
“Inikan cukup mengerikan dan membuat teman-teman napi yang sudah pulang ke rumah betul-betul peduli akan kondisi ini,” kata Dede.
Komisi IV, kata Dede, akan mendorong pemerintah agar menyediakan lahan seluas 3 hektar untuk pembangunan lapas, apalagi Kemenkumhan sudah siap membangunnya.
“Dalam penjara itu kan ada anak kita, jangan sampai mereka seperti peda yang ditumpuk begitu saja. Saya sudah pernah ke sana 3 kali, ternyata memang benar mengkhawatirkan,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online)