Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Banjar, Jawa Barat, Lukmanul Hakim, melalui, Kabid Dikdas, Ahmad Yani, menegaskan, sistem pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dasar sampai saat ini masih terus berjalan.
Meskipun, kata Yani, dalam beberapa hari terakhir ini kasus Covid-19 di Kota Banjar terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Sistem pembelajaran tatap muka di sekolah masih tetap berjalan. Jadi belum ada kebijakan untuk melakukan penutupan,” tegas Yani saat dihubungi HR Online, Rabu (23/9/2020).
Namun demikian, lanjut Yani, dari hasil koordinasi dengan Gugus Tugas untuk peserta didik yang berasal dari kluster Waringinsari sementara ini tidak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Keputusan pembatasan itu, diambil untuk mencegah kemungkinan masuknya virus Corona di lingkungan satuan pendidikan. Mengingat Desa Waringinsari belum saat ini menjadi kluster baru penyebaran virus Corona.
“Tadi kami dari Dinas Pendidikan sudah rapat bersama tim Gugus Tugas dan kebijakan pembatasan itu berdasarkan arahan. Juga keputusan Ketua Gugus. Jadi sudah jelas tidak ada penutupan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hanya pembatasan saja,” terang Yani.
Kasus Covid-19 Capai 31 Orang
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, mengatakan, saat ini ada penambahan 2 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar jumlahnya menjadi 31 orang.
Rinciannya, sebanyak 10 orang menjalani isolasi mandiri, 4 orang dirawat di rumah sakit, sembuh atau selesai menjalani isolasi sebanyak 16 orang dan meninggal dunia 1 orang.
“Jumlah kasus Covid-19 saat ini bertambah menjadi 31 orang. Namun begitu untuk Kota Banjar masih kategori zona aman,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)