Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Kasus covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya terbilang cukup banyak mencapai 46 orang. Dari 46 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, 38 orang sembuh, 6 orang masih menjalani isolasi (perawatan) dan 2 orang meninggal dunia.
Heru Suharto, Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, membenarkan tingginya kasus Covid-19 Tasikmalaya.
Meski demikian, pihaknya menyebut ada 38 pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif, sekarang sembuh dan telah menyelesaikan isolasi.
“Totalnya 46 orang, 38 sembuh, 6 masih menjalani perawatan dan 2 orang meninggal dunia,” ujar Heru, Rabu (9/9/2020).
Menurut Heru, tingginya kasus Covid-19 Tasikmalaya, lantaran adanya penularan melalui lingkungan terkecil yakni keluarga.
“Salah satunya kasus yang terjadi di Kecamatan Cipatujah,” katanya.
Penularan covid-19 dari satu keluarga ke keluarga lain sangat cepat dan masif.
Apalagi jika ada anggota keluarga yang enggan mengikuti pemeriksaan swab meski merasakan gejala Covid-19, dengan alasan takut mendapat stigma buruk masyarakat.
“Namun jika kita biarkan, maka keluarga yang bergejala Covid-19 ini kemungkinan besar menjadi Spreader dan menularkan Covid-19 dengan cepat,” jelas Heru.
Kluster keluarga ini cukup mengkhawatirkan. Karena jika ada salah satu yang terpapar, maka kemungkinan besar anggota keluarga lainnya juga tertular.
“Ini harus ada pencegahan, salah satunya bagi yang merasakan gejala Covid-19, jangan takut untuk mengikuti swab. Agar tidak terjadi kluster yang lebih banyak,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pada masa AKB ini, tetap pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun.
“Kurangi aktivitas luar rumah jika tidak penting dan hindari dulu interaksi dengan keluarga yang rentan terpapar Covid-19,” pungkas Heru.