Pada setiap tanggal 17 September para pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu memperingati hari perhubungan nasional di seluruh pelosok Indonesia.
Hal ini berawal dari sebuah peraturan menteri perhubungan nomor SK.274/G/1971 tentang hari perhubungan nasional. Tujuannya untuk memperingati Hari Bakti BUMN yang bergerak dalam sektor perhubungan.
Baca Juga: Hari Kunjung Perpustakaan, Sejarah Larangan Baca Zaman Jepang
Adapun peringatan tersebut terdapat tujuan-tujuan lain yang tak kalah menarik. Setidaknya ada tiga tujuan yang harus dijalankan ketika hari perhubungan ini berlangsung. Hal ini sesuai dengan ketetapan peraturan menteri perhubungan nomor SK.274/G/1971.
Lantas apa saja yang dimaksud tiga tujuan hari perhubungan?
Tiga Tujuan Hari Perhubungan Nasional, Kunci Utama Terlaksananya Acara
Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah (menteri perhubungan) pada tahun 1971, setidaknya dalam merayakan hari perhubungan harus memiliki tiga unsur tujuan. Terutama tujuan yang dapat menjadi kunci utama terlaksananya acara dengan baik, antara lain yaitu:
Pertama ialah meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa warga perhubungan serta dengan mitra kerja. Hal ini dilakukan untuk merayakan kekerabatan sesama pegawai dan mitra kerja dibawah kementrian BUMN. Selain itu yang paling utama adalah menjalin hubungan kerja yang semakin kompak.
Kedua ialah meningkatkan sebuah kesadaran untuk menciptakan layanan pekerjaan yang semakin baik. Dengan rencana peningkatan pelayanan yang baik, setidaknya BUMN dapat membangun citra yang baik. Selain itu, banyak para pelanggan baru yang datang menggunakan jasa BUMN terutama dalam sektor perhubungan.
Ketiga (terakhir), yaitu meningkatkan dan mengamalkan “Lima Citra Manusia Perhubungan”. Semboyan lima citra manusia perhubungan ini merupakan dasar sikap dari setiap insan perhubungan yang harus di miliki para pegawai BUMN terutama yang berada dalam sektor kerja perhubungan.
Adapun kelima citra tersebut adalah, (1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa yang teratur, tertib, nyaman dan tepat waktu, kuat menghadapi tantangan, berprilaku gesit dan terampil, sopan, ramah dan tegas, tanggung jawab terhadap setiap pekerjaan yang diemban di sektor kerja perhubungan khsusunya.
Hari Perhubungan Nasional, Biasanya Diperingati Melalui Kegiatan Sederhana
Menurut Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP. 1039 Tahun 2018 tentang Pembentukan Panitia Pusat Penyelenggaraan Peringatan Hari Perhubungan Nasional, secara tidak langsung mengungkapkan acara kegiatan untuk memperingati hari perhubungan nasional berlangsung secara sederhana.
Sebagaimana isi dari ketetapan tersebut terdapat pada poin pertama yaitu tentang kegiatan dalam rangka memperingati hari perhubungan nasional (Harhubnas), kementerian perhubungan menyelenggarakan kegiatan pekan olahraga dan seni, serta bakti sosial.
Baca Juga: Sejarah Hari Olahraga Nasional Ditetapkan 9 September, Ini Alasannya
Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tanggal 17 September dalam rangka memperingati hari perhubungan nasional. Pendapat lain menyebut kegiatan sederhana ini diadakan untuk meminimalisir terjadinya pembengkakan anggaran yang tak seharusnya terpakai, dengan istilah lain menjaga pemborosan.
Hari Perhubungan Nasional, Mendukung Gerakan Kurangi Polusi
Selain dimaknai sebagai hari peringatan bakti insan perhubungan kepada sesama pekerja dan mitra, seharusnya hari perhubungan nasional diartikan juga sebagai sebuah gerakan mendukung kurangi polusi.
Hal ini harus dikuasai oleh kementerian perhubungan supaya pelayanan semakin lebih baik dan banyak masyarakat memilih transportasi publik.
Selain it,u gerakan ini juga mampu meminimalisir kemacetan yang sering terjadi dikota-kota besar seperti Jakarta. Peristiwa ini diakibatkan oleh penggunaan kendaraan pribadi oleh banyak masyarakat Jakarta yang berakhir pada kemacetan kota.
Kendaraan perseorangan ternyata mampu membawa penumpang lebih kecil jika kita membandingkannya dengan kendaraan publik seperti kereta atau bus.
Fenomena ini tentu berdampak pada kemacetan, sementara kemacetan tersebut sangat berpengaruh pada berbagai sektor, salah satunya ekonomi suatu daerah.
Karena kemacetan itulah suatu kegiatan pengangkutan barang dapat tersendat dan menyebabkan perputaran ekonomi berjalan dengan lambat.
Dengan adanya semarak peringatan hari perhubungan nasional, berharap adanya kesadaran BUMN yang bergerak dalam sektor perhubungan untuk dapat memaknai hari ini sebagai hari bakti insan perhubungan kepada bangsa dan negara tercinta Indonesia.
Itulah sepenggal catatan untuk memperingati hari perhubunganl. Semoga kedepannya BUMN terutama yang bergerak dalam bidang perhubungan mampu meningkatkan kembali pelayanan transportasi publik dengan lebih baik lagi. Selamat Hari Perhubungan Nasional, semoga bermanfaat. (Erik/R7/HR-Online)