Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruGejala Penyakit Kolera, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala Penyakit Kolera, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala penyakit kolera secara umum tidak mudah terdeteksi khususnya pada awal sakit. Namun penyebab penyakit kolera sudah pasti akibat bakteri. Cara mengatasi penyakit kolera pun cukup dengan menjaga kebersihan saat mengonsumsi makanan dan minuman.

Penyakit kolera merupakan jenis gangguan yang menyerang dan menginfeksi saluran pencernaan manusia hingga membuatnya dehidrasi atau diare kronis. Orang menyebutnya sebagai taun.

Adapun yang menjadi penyebab kolera adalah adanya bakteri bernama vibrio cholerae yang masuk ke tubuh lewat konsumsi minuman atau makanan yang tercemar. Penderita kolera harus segera mendapat pengobatan karena jika lambat tertangani akan berakibat fatal.

Seiring tingkat kesadaran terhadap kebersihan lingkungan semakin tinggi membuat penyakit ini jarang terjadi di negara maju dengan sistem sanitasi yang baik. Namun di Asia Tenggara dan Afrika, kolera masih sering terjadi karena sanitasinya buruk.

Gejala penyakit kolera umumnya tidak terlihat dan terjadi karena adanya infeksi kronis yang berlanjut ke diare yang parah. Kolera dapat menular dari makanan ataupun air minum yang kotor dan tercemar oleh Bakteri Vibrio Cholerae.

Baca juga: Penyakit Kolera, Begini Cara Mengobati dan Mencegahnya!

Kolera atau diare akut, mengutip dari Wikipedia, merupakan penyakit lama akibat sanitasi dan sistim pembuangan yang buruk. Pada tahun 2020 terdapat 2,9 juta kasus dengan jumlah kematian mencapai 95 ribu jiwa.

Gejala Penyakit Kolera yang Wajib Dikenali

Seperti Covid-19, penyakit kolera juga dapat menjadi epidemik yang mewabah pada satu atau banyak negara. Terutama negara dengan kondisi masyarakatnya miskin. Atau yang mengalami bencana alam dan perang yang memicu timbulnya sanitasi yang buruk.

Orang yang menderita kolera kadang tak memperlihatkan gejala apapun. Bahkan tak jarang orang yang mengalami serangan ini terlihat dalam kondisi sehat. Namun saat kondisi sakitnya semakin parah dan akut baru muncul berbagai tanda.

Secara umum ada orang yang mengalami kolera menampilkan gejala sangat ringan. Nah, berikut ini gejala-gejala penyakit kolera secara umum yang sebaiknya Anda kenali dengan baik.

Sering Mengalami Muntah dan Mual

Salah satu gejala mutlak orang yang menderita kolera adalah sering mengalami kondisi mual dan muntah. Hal ini tak terlepas dari reaksi tubuh terhadap serangan bakteri yang menginfeksi pada tubuh.

Menderita Diare

Orang yang menderita penyakit kolera umumnya juga mengalami diare. Ini merupakan gejala penyakit kolera yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena pencernaan yang mengalami infeksi.

Namun tanda ini bukan sembarangan diare karena penderita akan mengeluarkan tinja dalam jumlah banyak dan terus menerus. Bahkan dalam satu jam saja penderita bisa mengeluarkan cairan sampai satu liter.

Orang yang mengidap penyakit kolera kadang tidak menunjukkan tanda apapun. Kalaupun ada gejalanya tidak serius sehingga banyak orang terkecoh. Namun yang paling utama, orang yang mengidap sakit kolera biasanya sering buang air besar.

Hipoglikemia

Gejala penyakit kolera lainnya adalah hipoglikemia. Ini adalah suatu kondisi yang mana kadar gula tubuh menjadi sangat rendah. Ini merupakan pertanda awal seseorang menderita penyakit kolera.

Baca juga: Obat Kolera Alami untuk Cegah Diare dan Dehidrasi yang Parah

Situasi demikian umumnya terjadi pada anak-anak yang penyebabnya dari dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuhnya. Akibatnya bisa menyebabkan pingsan, kejang, hingga koma.

Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi juga merupakan gejala penyakit kolera yang umum terjadi. Hal ini karena penderita akan mengeluarkan banyak cairan akibat diare. Berdasarkan penelitian, dari 20 orang yang terinfeksi kolera hanya satu orang yang mengalami gejala yang parah.

Misalkan diare cair yang kronis berbarengan dengan dehidrasi serta rasa mual dan muntah. Dehidrasi adalah kondisi kekurangan cairan dalam tubuh dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Otot mengalami kram
  2. Senantiasa mengalami kondisi haus atau dahaga
  3. Menderita tekanan darah rendah
  4. Pada membran kelopak mata, hidung, tenggorakan dan mulut mengalami kekeringan
  5. Elastisitas yang muncul pada kulit tidak tampak lagi
  6. Jantung berdetak sangat cepat

Jika seseorang mengalami gejala-gejala penyakit kolera tersebut harap segera menghubungi dokter. Penyakit kolera mesti cepat mendapat penanganan medis yang tepat. Jika terlambat beberapa jam saja pasien bisa syok dan mengalami kematian.

Faktor Penyebab Penyakit Kolera

Berdasarkan berbagai riset, penyakit ini terjadi akibat terinfeksinya seseorang oleh bakteri bernama Vibrio Cholerae. Infeksi bakteri ini bisa karena mengonsumsi air danau, air sumur, atau air sungai.

Penyakit kolera juga sangat menular. Penularannya bukan hanya lewat kontak fisik manusia dengan manusia, tetapi juga bisa melalui media air dan makanan serta minuman yang tercemar bakteri vibrio cholerae.

Oleh sebab itu, sebelum meminum air, sebaiknya pastikan air minum dalam keadaan bersih dan bebas bakteri vibrio cholerae. Selain itu, menggunakan media air pastikan aman dari bakteri kolera.

Selain lewat media air dan kuliner, penyebaran penyakit kolera dapat melalui hewan. Tentu saja hewan yang sudah terinfeksi bakteri vibrio cholerae. Seperti ikan yang telah terinfeksi dan kemudian menjadi konsumsi manusia.

Selain mengenal gejala penyakit kolera dan penyebabnya karena bakteri vibrio cholerae, Anda juga sebaiknya mengenal berbagai faktor pemicu yang meningkatkan risiko terkena penyakit kolera.

  1.  Mempunyai golongan darah O
  2. Memiliki sanitasi yang kurang baik
  3. Satu rumah dengan pasien kolera

Itulah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit taun atau kolera. Lantas bagaimana jika seseorang mengidap penyakit kolera dan bagaimana cara penyembuhannya?

Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Kolera

Setelah mengenal penyebab maupun gejala penyakit kolera, penanganan yang cepat dan segera sangat penting dilakukan. Kolera adalah penyakit yang berbahaya. Sebab jika tanpa pengobatan yang cepat dapat menyebabkan kematian mendadak.

Penyakit ini berhubungan erat dengan sistem sanitasi yang buruk. Karena itu mulut dan telapak tangan perlu terjaga kesehatan dan kebersihannya. Jika keduanya kotor atau terkontaminasi bakteri akan menimbulkan berbagai penyakit.

Karena itu sangat penting memastikan tangan selalu dalam kondisi bersih. Mulut juga harus terjaga agar hanya mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi. Ini akan bisa mencegah penularan penyakit kolera.

Sedangkan untuk mengobati penyakit kolera dapat dengan cara alami dan medis. Jika Anda merasakan gejala penyakit kolera pada awal sakit seperti dehidrasi, Anda perlu segera minum untuk mengganti cairan tubuh.

Untuk cara alami mengatasi penyakit kolera adalah menggunakan air beras. Minum air beras yang sudah masak dengan takaran setengah gelas dapat membantu penyembuhan. Lakukan secara rutin untuk mencegah dan mengatasi kolera. Anda juga dapat minum air ekstrak daun pandan.

Tempat Bakteri Vibrio Cholerae

Selain dari gejala penyakit kolera, Anda juga perlu mengenal penyebabnya. Bakteri ini masuk ke tubuh dari makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi bakteri tersebut.

Ada baiknya Anda mengenal tempat bakteri vibrio cholerae bertempat tinggal agar bisa menghindarinya, meliputi:

  1. Makanan laut dan ikan dalam kondisi mentah sering menjadi tempat bakteri ini. Sehingga untuk mengonsumsinya dan mencegah kolera maka Anda harus memasak ikan dengan matang.
  2. Sayuran yang tumbuh pada permukaan tanah yang juga mudah terkontaminasi feses pasien kolera. Karena itu penting membersihkan dan memasak sayuran hingga matang sebelum mengonsumsinya.
  3. Minuman dan makanan yang tak bersih atau higienis bisa menjadi sumber penyakit kolera.
  4. Pada es batu juga bisa tercemar bakteri kolera.
  5. Sanitasi yang bersih tak menjamin sehat. Bisa saja ia tercemar oleh bakteri kolera.

Itulah berbagai gejala penyakit kolera yang sebaiknya Anda kenali sejak dini. Dengan mengenal tanda beserta penyebabnya, bisa mencegah serta menghindari sebelum terlambat. (R11/HR-Online)

Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...
Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...
Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

harapanrakyat.com,- Lima hari pasca Lebaran, penumpang arus balik di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Jawa Barat, mengalami lonjakan, Sabtu (5/4/2025). Bahkan, ratusan penumpang tampak...
Obyek Wisata Batu Peti

Obyek Wisata Batu Peti Kota Banjar Mulai Diminati Pengunjung Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Momen libur Lebaran 2025, obyek wisata Batu Peti yang berlokasi di Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai banyak...
Kabinet Prabowo

Rumor Najwa Shihab Masuk Kabinet Prabowo, Diduga karena Absen Kritik Pemerintah

Jurnalis Najwa Shihab baru-baru ini menjadi perbincangan. Pasalnya Najwa dirumorkan akan masuk kabinet Prabowo. Dugaan tersebut muncul karena Najwa yang biasanya vokal mengkritik pemerintah,...
Tarian Bagi-bagi THR

Viral Tarian Bagi-bagi THR Mirip Tarian Bangsa Yahudi, Begini Asal Usulnya!

Salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia yang tak bisa dihilangkan saat momen Idul Fitri yakni bagi-bagi tunjangan hari raya atau THR. Pada Lebaran...