Fakta fenomena Halo Matahari cukup menarik mulai dari proses hingga dampaknya. Fenomena ini terjadi di kawasan Indonesia, tepatnya wilayah Malang, Jawa Timur. Melihat hal ini, tentunya masyarakat sekitar merasa kaget dan heboh dengan fenomena matahari tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (27/9/2020), tepatnya pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, fenomena ini telah terjadi beberapa kali seperti di wilayah Yogyakarta. Selain itu, kawasan Padang juga pernah mendapati fenomena ini sekitar tanggal 21 Oktober 2010 yang lalu.
Fenomena Halo Matahari sendiri terlihat seperti Matahari bercincin pelangi. Selain wilayah Malang, warga Pasuruan juga bisa melihat fenomena yang satu ini. Halo Matahari tampak seperti planet Saturnus yang memiliki cincin.
Baca Juga: Fenomena Okultasi Mars Oleh Bulan, Planet Merah yang Bersembunyi
Fakta Fenomena Halo Matahari
Fenomena alam memang sudah sangat lazim terjadi, bahkan terbilang menarik. Fenomena langit ataupun alam hampir setiap hari terjadi, namun berada di kawasan yang berbeda-beda. Terkadang fenomena alam yang terjadi juga bersifat langka.
Artinya tidak setiap hari terjadi kemudian memiliki masa tertentu untuk kembali muncul. Beberapa fenomena alam yang langka adalah Bulan Kembar, Gerhana Matahari, dan Gerhana Bulan. Indonesia juga menjadi tempat munculnya fenomena Halo Matahari.
Fakta fenomena Halo Matahari yang terbilang cukup menarik adalah visualnya. Matahari tampak berpendar dengan cahaya terang, kemudian ada cahaya lain yang melingkarinya. Halo Matahari merupakan fenomena optis yang terjadi pada Matahari.
Sebenarnya fenomena ini tidak hanya terjadi pada Matahari saja, tetapi juga bisa terjadi pada Bulan. Apabila terjadi pada beberapa objek langit, tentunya ada penyebab dari fenomena ini.
Apakah penyebab dari fenomena Halo Matahari? Mengapa fenomena ini terbilang langka dan terjadi pada kawasan Indonesia?
Melansir dari Ilmu Geografi, fenomena ini tidak terlepas dari adanya pantulan cahaya. Selain itu, fenomena ini biasa terjadi karena adanya kristal es pada wilayah awan cirrus. Fenomena Halo Matahari tergantung pada pergerakan dan bentuk kristal es.
Awan cirrus sendiri merupakan awan yang memiliki bentuk tipis dan agak berbulu. Jenis awan yang satu ini tidak terlihat berkelompok pada langit. Lalu bagaimana proses fenomena matahari ini terjadi?
Fakta Fenomena Halo Matahari Terkait Proses Terjadinya
Halo Matahari atau Matahari bercincin terjadi karena proses yang berbeda-beda. Faktanya, fenomena ini sangat bergantung dengan keberadaan awan cirrus. Hal yang terpenting dari proses terjadinya fenomena ini adalah adanya sinar Matahari.
Kemunculan sinar Matahari menjadi hal pokok untuk memunculkan cincin cahaya. Selanjutnya sinar Matahari akan mengalami pembiasan atau refleksi pada permukaan es. Kandungan es ini terdapat pada awan cirrus yang berbentuk prisma atau batang.
Namun ada bentuk lainnya dari kristal es ini yang dapat mempengaruhi fenomena tersebut. Fakta fenomena Halo Matahari nantinya akan memperlihatkan beberapa warna. Hal ini karena sinar Matahari yang menjadi pecah akibat dispersi udara.
Hal ini hampir sama dengan proses terjadinya pelangi. Pecahan tersebut akan menghasilkan pantulan ke arah yang berbeda-beda. Arah pantulannya sudah pasti mengelilingi Matahari, kemudian membuat refleksi mata terlihat seperti lingkaran.
Baca Juga: Dampak Negatif Sinar Matahari, Bisa Sebabkan Penyakit Ini!
Dampak Fenomena Halo Matahari
Setiap fenomena pastinya memiliki dampak tersendiri. Entah itu berdampak pada fenomena lain atau pada penglihatan manusia. Fenomena yang satu ini sebenarnya hanya memberikan efek keindahan saja. Sebab, sesuai dengan visual pandangan mata.
Apalagi tidak keseluruhan wilayah Indonesia bisa melihat fenomena ini. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengaitkan fenomena ini dengan adanya fenomena lain. Sehingga fakta fenomena Halo Matahari berkaitan dengan adanya gempa bumi.
Biasanya peristiwa ini tidak langsung terjadi, melainkan beberapa hari setelahnya. Keterkaitan ini tidak terlepas dari adanya kejadian gempa bumi yang berulang kali. Bahkan gempa bumi tersebut terjadi dengan skala kecil hingga besar.
Baca Juga: Matahari Terbit dari Utara, Fenomena Gerak Semu Matahari
Ketika fenomena ini terjadi, banyak orang yang ingin melihat dan mengabadikan momen tersebut. Akan lebih baik jika menggunakan pelindung mata untuk menghindari pancaran langsung dari sinar Matahari.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan retina mata. Oleh karena itu, pengambilan gambar menggunakan kamera SLR sebaiknya jangan langsung mengarah pada cahaya Matahari.
Fakta fenomena Halo Matahari yang terjadi di Indonesia bisa terlihat hanya setengahnya saja. Kemungkinan besar fenomena matahari sejenis bisa terjadi lagi beberapa tahun yang akan datang. (R10/HR Online)