harapanrakyat.com,- Penganut ajaran sesat membuat geger warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ajaran sesat tersebut salah satunya meyakini ka’bah bakal pindah ke Lakbok.
Kemunculan paham melenceng dari agam Islam yang ramai sekitar 1 bulan lalu ini, menemui puncaknya setelah Muspika Kecamatan Lakbok menghadirkan salah satu pentolan ajaran tersebut.
Dalilan, pria kelahiran 1962 asal Desa Kertajaya menjadi buah bibir setelah memberikan klarifikasi kepada para pejabat tingkat kecamatan dan sejumlah tokoh masyarakat.
Tak hanya sudah menyatakan kembali ke agama Islam dan mengucapkan syahadat, ia juga sudah meninggalkan aktivitas ajaran menyimpangnya itu.
Malahan, menurut warga sekitar sudah kembali berangkat ke masjid melaksanakan salat berjamaah.
Dalilan, Penganut Ajaran Sesat yang sudah Tobat
Saat HR Online menyambangi rumahnya, Ia mengisahkan perjalanan hidup yang begitu sulit lantaran sering tertipu oleh orang lain.
Sebelum memiliki pemikiran yang melenceng dari agama Islam, Dalilan mengaku sebelumnya pernah mengenyam pendidikan pondok pesantren hingga puluhan tahun lamanya.
“Saya dulu pernah mesantren, tapi pindah-pindah, mulai dari Ciamis hingga Cilacap Jawa Tengah,” ungkap Dalilan, Rabu (2/9/2020) lalu.
Baca juga: Muncul Ajaran Sesat di Ciamis yang Yakin Ka’bah Bakal Pindah ke Lakbok
Berbekal ilmu agama dari pesantren, ia sempat menjadi kepala madrasah diniyah hingga 8 tahun.
Pada suatu waktu, kata Dalilan, datang seorang tamu dari Bandung yang bermaksud menghibahkan tanah untuk pengembangan pendidikan agama islam tersebut.
“Tamu itu mempercayakan kepada saya karena menganggap saya merupakan tokoh masyarakat yang jujur dan amanah,” imbuh penganut ajaran sesat yang sudah tobat ini.
Dengan penuh semangat, ia pun langsung tergerak mengumpulkan dana untuk mengurus administrasi sesuai permintaan tamu itu. Bahkan, ia sempat menjual tanahnya 100 bata seharga Rp 100 jutaan.
“Si tamu itu meminta uang sebesar Rp 45 juta untuk masalah administrasi, kalau sudah beres nanti akan kembali uangnya. Namun setelah sudah terkirim, malah sulit dihubungi dan intinya saya menjadi korban penipuan,” ucap Dalilan.
Selain kejadian itu, Dalilan juga kembali menjadi korban penipuan hingga membuat sertifikat tanah rumahnya terpaksa digadaikan.
Peristiwa penipuan ini membuat perekonomian rumah tangganya hancur hingga membuat ia berpikir keras bagaimana untuk bisa kembali normal.
Awal Mula Ajaran Menyimpang
Sebelum menjadi penganut ajaran sesat ini, Dalilan mencari ketenangan dengan mengunjungi berbagai tempat keramat untuk bermeditasi.
“Selama perjalanan hidup ini, saya tetap menyembah Alloh SWT, bukan setan. Hanya saja saya mendalami ilmu dari alam sehingga mendapatkan banyak inspirasi dari itu. Jadi ngaji alam istilahnya,” ujarnya.
Saat mempelajari Ka’bah, Dalilan mengaku sempat bertanya-tanya kenapa bentuknya kotak. Ia pun menyingkat nama simbol umat islam ini menjadi KBH dengan kepanjangan Kristen, Budha dan Hindu.
Lantaran menganggap agama tersebut belum sempurna, maka akan sempurna dengan hadirnya islam.
“Jadi kalau ada islam maka akan jadi lengkap dan ibaratnya menjadi kotak, bukan segitiga. Jadi pas ka’bah itu bentuknya kotak,” imbuhnya.
Baca juga: Soal Dugaan Ajaran Sesat, Begini Kata Camat Lakbok Ciamis
Sementara itu, ia juga mengaku sering mendapatkan banyak barang-barang yang berbau mistis, seperti keris, batu akik dan sebagainya.
Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ia menerima jasa memijat. Kesempatan ini pun menjadi celah untuk menyampaikan hasil pemikirannya dengan cara ceramah.
“Saya itu orangnya tidak tega ketika melihat orang lain membutuhkan sesuatu. Sehingga saya akan bantu semampunya,” katanya.
Terakhir, Dalilan mengaku telah berikrar untuk kembali ke jalan yang benar dan tidak menjadi penganut ajaran sesat. Bahkan, ia bertanggungjawab atas apa yang perbuatannya selama ini. (Muhafid/R6/HR-Online)