Berita Jabar (harapanrakyat.com).- Gugus Tugas Pemprov Jabar bakal segera menyiapkan tim khusus dan rencana aksi sebagai upaya pendampingan terhadap pemerintah pusat untuk menyelesaikan 3 pekerjaan.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan fokus bekerja dalam upaya menurunkan kasus penularan, meningkatkan angka pasien sembuh dan menekan angka kematian.
Ridwan Kamil menyampaikan ha tersebut usai mengikuti kegiatan rakor dengan Menko Kemaritiman dan Investasi dan sejumlah gubernur lainnya lewat telekonferensi Kamis (17/9/2020).
“Kita sudah susun tim lama dan draft action plan juga sudah kita susun, untuk mencapai tiga tujuan tersebut yakni menurunkans kasus positif, meningkatkan angka sembuh pada angka 54 persen, serta menurunkan angka kematian rata-rata 2 persen,” ujar Emil yang merupakan ketua Gugus Tugas Jabar.
Kata Emil, langkah pertama Gugus Tugas Jabar akan menggencarkan operasi yustisi di daerah Bodebek atau Bogor-Depok-Bekasi dan daerah yang menggelar Pilkada serentak seperti Kab Tasik, Pangadnaran, Karawang, Indramayu, Bandung, Sukabumi, Cianjur, dan Kota Depok.
“Wilayah Bodebek menyumbang 70 persen kasus covid-19 Jabar. Sementara kluster Pilkada serentak harus jadi perhatian, jangan lengah. Makanya operasi yustisi akan kita gelar,” katanya.
Baca Juga: Tangani Covid-19, Gubernur Jabar: Perkuat Koordinasi di Jabodetabek
Akan Tingkatkan Fasilitas Perawatan
Sementara langkah kedua lanjut Emil, pihaknya akan meningkatkan manajemen perawatan pasien Covid-19 wilayah Priatim.
Wilayah Priangan Timur tersebut meliputi, seperti Ciamis, Banjar, Cirebon, Tasik dan Indramayu.
“Angka kematian pasien Covid-19 wilayah Priangan Timur cukup tinggi mencapai 4-9 persen,” jelasnya.
Penyebabnya tak lain karena fasilitas kesehatannya masih belum baik.
“Kita akan tingkatkan fasilitas kesehatan wilayah Priatim. Mohon juga bantuannya Kementerian Kesehatan agar bisa mengupgrade fasilitas kesehatan Jabar bagian timur,” ungkap Emil.
Sementara itu, dalam upaya menekan angka keterpaparan, Gugus Tugas Jabar akan memaksimalkan penerapan PSBM atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro.
“PSBM akan kita terapkan di semua wilayah Kab/Kota se Jabar,” ucapnya.
Emil pun meminta Pemerintah Pusat akan membantu Jabar dalam tes PCR guna mengejar target WHO 1 persen dari seluruh penduduk.
“Saat ini Jabar mampu melakukan tes PCR 50 ribu per minggu, namun itu masih kurang karena jumlah penduduk Jabar 50 juta,” jelasnya.
Jika ada bantuan dari pemerintah pusat, tes PCR Jabar perminggunya bisa dua kali lipat. (R8/HR Online)