Teori pembentukan Bumi sangat penting untuk diketahui. Pasalnya, terdapat beberapa teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan terkait dengan awal pembentukan planet biru ini.
Teori-teori tersebut muncul karena alam semesta dibentuk dengan memiliki awal mula. Namun, hal tersebut tak mungkin bisa diamati dan juga tak dapat diuji melalui beragam eksperimen. Sehingga, sampai saat ini terdapat beberapa teori yang mengemukakan tentang hal ini.
Baca Juga: Teori Big Bang, Sejarah dan Kekurangannya
Teori Proses Pembentukan Bumi
Bumi adalah sebuah planet yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup, salah satunya adalah manusia. Planet ini merupakan planet dengan menempati urutan ketiga dari kedudukannya dengan matahari.
Sampai detik ini, tak ditemukan satu buah planet pun yang dapat ditempati oleh makhluk hidup selain Bumi. Sehingga, teori tentang pembentukan Bumi inilah yang menjadi sebuah pemahaman tersendiri dari ilmu pengetahuan tentang alam semesta.
Lalu, apa saja teori tersebut? Simak beberapa teorinya di bawah ini.
Teori Nebula
Teori pembentukan Bumi yang pertama adalah teori Kabut Nebula. Teori ini telah dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755. Kemudian disempurnakan Piere de Laplace pada tahun 1796. Sehingga, teori ini juga disebut dengan teori Kant-Laplace.
Dilansir dari Space, jika pada 4,6 miliar tahun yang lalu, tata surya adalah sebuah awan debu dan gas yang disebut dengan nebula matahari. Gravitasi meruntuhkan materi ke dalam dirinya saat mulai berputar.
Kemudian membentuk matahari di tengah nebula. Dengan arti kata, teori ini menyebutkan adanya gas yang terdapat di alam semesta dan berkumpul dan terjadi gaya tarik menarik antar gas.
Kemudian membentuk kumpulan kabut yang lebih besar lalu berputar sangat cepat. Dengan adanya perputaran ini, dapat menjadikan materi kabut pada bagian khatulistiwa tersebut terlempar lalu terpisah. Sehingga memadat dan mengalami pendinginan.
Teori Big Bang
Teori pembentukan Bumi ini disebut juga dengan teori ledakan besar. Kemudian menjadi teori yang paling populer tentang proses pembentukan bumi. Dari teori ini dapat diketahui jika Bumi dibentuk selama kurun waktu puluhan miliar tahun yang lalu.
Pada awalnya, terdapat gumpalan kabut yang melakukan rotasi atau berputar pada porosnya. Dengan putaran tersebut mengakibatkan bagian-bagian paling kecil serta ringan menjadi terlempar ke luar putaran dan berkumpul menjadi sebuah cakram raksasa.
Pada suatu ketika, gumpalan tersebut meledak dan membentuk galaksi serta nebula-nebula. Selanjutnya selama miliaran tahun, nebula-nebula tersebut mengalami pendinginan dan membeku.
Sehingga, mereka membentuk galaksi Bima Sakti yang kemudian di dalamnya memiliki tata surya. Sementara itu, bagian yang ringan terlempar keluar tersebut mengalami kondensasi.
Kemudian membentuk gumpalan yang juga mendingin lalu memadat. Yang akhirnya, mereka membentuk planet-planet, termasuk adalah Bumi.
Baca Juga: Teori Sains Populer Ini Sudah Eksis Sejak Lama
Teori Bintang Kembar
Teori pembentukan Bumi ini disebut dengan teori Bintang Kembar. Awal mula adanya teori ini adalah seorang ahli astronomi yang mencetuskannya, yakni Raymond Arthur Lyttleton.
Ia berpendapat jika galaksi adalah kombinasi bintang kembar. Kemudian, salah satu dari bintang tersebut meledak lalu mengakibatkan banyak material terlempar. Sementara bintang yang tidak meledak tersebut memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat.
Maka pecahan atau material yang terlempar tersebut berputar mengelilinginya. Kemudian bintang yang tidak meledak tersebut dikenal dengan matahari. Sedangkan pecahan yang terlempar dan berputar tersebut adalah planet-planet, salah satunya adalah Bumi.
Teori Tidal (Pasang Surut Gas)
Teori ini dikemukakan oleh Harold Jeffrey dan James Jeans pada tahun 1918. Dalam teori ini mereka mengemukakan jika beratus-ratus juta tahun silam terdapat bintang yang mendekat dan menuju matahari.
Sehingga, terjadi sebuah proses pasang surut di matahari serta mengakibatkan munculnya gunung-gunung raksasa di matahari. Kemudian pada teori pembentukan Bumi ini, gunung-gunung yang terdapat di tubuh matahari tersebut membuat lidah pijar yang merentang memanjang.
Selanjutnya, lidah tersebut membentuk perapatan pada gas-gas yang menjadi terpecah belah. Kemudian terbentuklah planet-planet yang kini dikenal. Salah satunya adalah planet Bumi.
Teori Planetisimal
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Amerika Forest Ray Moulton dan ahli geologi Thomas C. Chamberlain. Mereka menyebut jika matahari tersusun antara gas yang memiliki massa yang besar.
Hingga pada suatu ketika, terdapat bintang lain yang memiliki ukuran hampir sama besar dan melintas mendekati matahari. Kemudian keduanya hampir bertabrakan dan mengakibatkan materi dan gas di tepi kedua bintang tersebut saling tertarik.
Materi yang akhirnya terlempar menyurut dan akhirnya membentuk gumpalan yang disebut dengan planetesimal. Kemudian teori pembentukan Bumi ini menyebutkan jika planetesimal tersebut memadat dan mendingin dan akhirnya menjadi planet-planet yang mengelilingi matahari. (R10/HR Online)