Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruPenemuan Exoplanet K2-25b, Ekstrasurya Lebih Besar daripada Bumi

Penemuan Exoplanet K2-25b, Ekstrasurya Lebih Besar daripada Bumi

Penemuan exoplanet K2-25b dilakukan menggunakan fasilitas NOIRLab NSF. Penemuan ini tidak langsung berhasil sebab terdapat pengamatan yang lebih terperinci. Exoplanet yang diamati kali ini mengorat gugusan Hyades.

Pengamatan kali ini menghasilkan fakta yang lebih menarik. Dimana ukuran dan usianya lebih besar dibandingkan dengan Bumi. Exoplanet yang dikenal dengan K2-25b ini memiliki massa 5 kali lebih besar dari Bumi. Namun lebih kecil sedikit dibandingkan dengan planet Neptunus.

Keberadaan exoplanet ini masih dalam masa penelitian. Sebab, hal ini bertentangan dengan prediksi teori pembentukan planet. Pengamatan terus dilakukan untuk mengetahui keberadaan planet yang satu ini.

Baca Juga: Fenomena Tarian Gravitasi oleh Dua Exoplanet yang Jauh dari Bumi

Fakta-fakta Penemuan Exoplanet K2-25b

Exoplanet atau planet ekstrasurya diamati menggunakan WIYN Teleskop. Dimana letak pengamatannya berada di Kitt Peak National Observatory (KPNO). Pengamatan ini menimbulkan pertanyaan baru yang cukup rumit. Bagaimana dengan teori pembentukan planet yang baru?

Setelah ditemukan, exoplanet K2-25b kemudian diteliti. Planet ini menjadi massa yang padat dan ukurannya cukup besar. Perihal usianya, K2-25b memiliki usia yang tua. Fakta ini kemudian memunculkan pertanyaan akan kehadiran K2-25b.

Dilansir dari Phys, rincian penemuan exoplanet K2-25b telah muncul pada jurnal astronomi. Ukurannya yang tidak lebih besar dari Neptunus membuat exoplanet ini cukup standar. Planet ekstrasurya ini mengorbit sebuah bintang kerdil. Bintang ini juga lazim ditemukan di galaksi.

Masa orbit yang dilakukan kurang lebih selama 3,5 hari. Kemudian planet ini mengusung sistem yang menarik. Dimana anggota gugus bintang Hyades mengarah ke konstelasi Taurus. Sistem ini telah memasuki usia sekitar 600 juta tahun dan jaraknya mencapai 150 tahun cahaya dari Bumi.

Baca juga: Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya

Planet dengan ukuran diantara Bumi dan Neptunus merupakan teman bagi bintang yang ada di Bima Sakti. Meskipun belum ada fakta yang menyebutkan tentang keberadaan planet seperti itu. Kebenaran mengenai studi exoplanet tersebut berkaitan dengan pemahaman sub-Neptune.

Penemuan exoplanet K2-25b diprediksi berasal dari planet raksasa yang merakit inti batu es sederhana. Massa yang digunakan mulai dari 5 hingga 10 kali lebih besar dari Bumi. Kemudian hasilnya menjadi sebuah gas berukuran raksasa yang disebut Jupiter.

K2-25b juga menimbulkan sifat yang aneh dan memunculkan pertanyaan bagi para astronom. Salah satu pertanyaannya adalah bagaimana cara K2-25b merakit inti yang besar? Bahkan hingga berkali-kali dan melebihi batas teori.

Penemuan Exoplanet K2-25b yang Tidak Biasa

Bagaimana K2-25b dapat menghindari akumulasi amplop gas yang siginfikan? Akumulasi ini terjadi karena terdapat gravitasi yang kuat. Para tim yang meneliti planet ekstrasurya ini menyebutkan bahwa K2-25b tidak biasa. Apalagi jika dibandingkan dengan exoplanet lainnya yang telah ditemukan terlebih dahulu.

Menurut Stenfansson, planet ekstrasurya seharusnya berukuran lebih kecil. Namun untuk K2-25b berbeda dan memiliki kepadatan yang tidak biasa pula. Para astronom kemudian menentukan massa dan kepadatan penemuan exoplanet K2-25b.

Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi sifat dan asal-usul K2-25b. Dengan begitu,  kebenaran tentang exoplanet ini akan segera diketahui.

Sebelumnya, pengukuran exoplanet diukur menggunakan satelit Kepler NASA. Kemudian disempurnakan menggunakan WIYN dengan presisi yang lebih tinggi.

Dengan pengamatan ini, para astronom dapat memprediksi presisi yang lebih besar. Hal ini terjadi ketika K2-25b mulai transit ke bintang hostnya. Sebelum transit, planet ini hanya bisa diprediksi dengan ketepatan waktu mulai dari 30 hingga 40 menit.

Pengamatan yang dilakukan juga dibekali dengan teknik optik pintar. Teknik ini dikenal dengan sebutan Engineered diffuser yang memiliki teknologi cukup inovatif. Diffuser ini memungkinkan pengamatan lebih detail. Dengan begitu, bentuk transit, pembatasan ukuran, dan komposisi planet dapat diketahui.

Baca juga: Tabrakan 2 Exoplanet Hingga Spekulasi Terciptanya Bulan

NEID memberikan kemungkinan bagi para astronom untuk mengukur gerak bintang. Dimana ketepatan yang dilakukan begitu ekstrem kurang lebih 3 kali lebih baik.

Instrumen yang akan digunakan diharapkan mampu untuk mendeteksi  dan mencirikan exoplanet. Tidak hanya untuk penemuan exoplanet yang satu ini tetapi juga yang lainnya. Sebab, ada banyak exoplanet yang ada di tata surya, entah itu sudah terdeteksi ataupun belum.

Begitupun dengan pendeteksi penemuan exoplanet K2-25b. Meskipun teori pembentukan planet bersimpangan dengan K2-25b, namun exoplanet ini tetap diteliti. Sebab, hal yang menjadi fokus utama adalah pembentukan exoplanet itu sendiri. (R10/HR Online)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...