Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pasukan Pengibar Bendera Kota Tasikmalaya pada 17 Agustus mendatang dikabarkan hanya 4 orang. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 38 orang.
Ketua PPI Kota Tasikmalaya, Reza Fauzi Fazrin, menjelaskan, untuk pengibaran di tahun ini menurutnya cukup unik, lantaran pandemi pasukan pengibarnya dikurangi.
Meski begitu, pengibaran bendera tetap berlangsung pada upacara 17 Agustus di tingkat Kota Tasikmalaya.
Untuk 4 orang tersebut, kata Reza, sebelumnya telah diseleksi pada Maret 2020. Tak hanya itu, mereka juga merupakan utusan untuk mengikuti seleksi di tingkat Jabar.
“Karena di tingkat provinsi dan nasional tidak ada perekrutan, akhirnya mereka yang menjadi pengibar tingkat kota,” paparnya, Rabu (12/8/2020).
Meski hanya 4 orang, ia bersyukur masih ada generasi yang berkesempatan mengibarkan bendera di tangeh pandemi covid-19. Ia harap di daerah lain juga tidak patah semangat karena hal ini.
Sedangkan untuk latihan, lanjutnya, sudah berlangsung sejak 12 hari lalu. Adapun pelaksanaan upacaranya dipusatkan di Balai Kota Tasikmalaya.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, guna menghindari kerumunan massa maka jumlahnya juga dikurangi,” pungkasnya.
Kepala Disporabudpar Tasikmalaya, H Hadian, membenarkan pasukan pengibar bendera di tahun ini hanya 4 orang dan 2 cadangan, sehingga totalnya ada 6 orang.
“Mereka nanti bertugas pada saat pengibaran maupun penurunan bendera pusaka saat 17 Agustus nanti. Karena situasinya seperti ini, sehingga berbeda dengan tahun lalu,” jelasnya.
Caswarina, salah satu calon pengibar asal SMAN 1 Kota Tasikmalaya, mengaku persiapan untuk mengibarkan bendera sudah 95 persen.
Selain merasa bangga karena mendapatkan kesempatan emas, ia pun sedih karena teman-temannya hanya sedikit yang dapat masuk formasi pengibar bendera.
“Semoga teman-teman yang belum bisa ikut tetap semangat dan semoga nanti bisa sukses. Situasi pandemi ini saya harap bisa segera selesai agar semuanya normal lagi,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online)