Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komunitas Rumah Cermat dan SIBOOK menggelar kegiatan Mikacinta Buku atau Milenial Kajian Cinta Buku, di taman Ecopark Kota Banjar. Program tersebut menjadi alternatif anak-anak untuk belajar.
Mursyid Al Haq (22) pengagas kegiatan menuturkan, dirinya bersama temannya yang lain ingin membantu anak-anak belajar.
Kondisi saat ini dimana sekolah belum dibuka membuat anak-anak memiliki waktu luang. Karena itu, Mursyid bersama teman-temannya berinisiatif menjadi guru mereka.
Kegiatan Mursyid dan teman-temannya itu bahkan didukung oleh masyarakat. Terbukti dengan disediakannya tempat untuk mereka belajar.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin. Kami juga sambil berpikir, bagaimana caranya supaya kami menjadi alternatif belajar anak-anak dan masyarakat,” ujarnya kepada Koran HR, Selasa (11/8/2020).
Apalagi, lanjut Mursyid banyak anak-anak yang tidak sekolah, ataupun yang masih sekolah, namun karena sekolah belum masuk, mereka tidak bisa belajar rutin.
“Dengan kegiatan ini kami bisa membantu supaya mereka bisa tetap belajar secara bertatap muka. Setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru,” katanya.
Kegiatan Mikacinta Buku yang digagas oleh Rumah Cermat dan SIBOOK ini dijalankan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain mahasiswa STISIP Kota Banjar, terdapat juga mahasiswa Universitas Galuh, dan pelajar SMK di Kota Banjar.
“Kebanyakan yang ikut belajar itu anak-anak kecil seperti siswa SD dan SMP,” kata Mursyid.
Mursyid menambahkan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat itu gampang-gampang susah. Meskipun begitu, Rumah Cermat dan SIBOOK berusaha untuk menumbuhkan minat baca sedikit demi sedikit.
“Kemarin ada ibu-ibu pedagang di taman Ecopark yang tertarik untuk ikut membaca sambil menunggu konsumennya. Ya sedikit demi sedikitlah semoga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain,” harapnya.
Komunitas di Kota Banjar Mengeluarkan Dana Mandiri
Sementara untuk biaya penyelenggaraan kegiatan tersebut, Mursyid mengaku merogoh koceknya sendiri. Demikian juga dengan teman-temannya yang lain.
“Untuk biaya kita menggunakan dana masing-masing dan kami menyisihkan uang jajan. Karena kami belum mempunyai penghasilan sendiri,” ungkapnya.
Dari dana tersebut, komunitas Rumah Cermat dan SIBOOK mempersiapkan alat tulis, termasuk pensil warna untuk anak-anak.
“Kami butuh perjuangan yang lumayan besar dari tenaga, waktu, dan kesabaran supaya program kita berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Kegiatan mereka sudah berjalan sejak wabah Covid-19. Mereka juga berharap bisa bekerja sama dengan Komunitas lainnya.
“Kadang-kadang juga ada orang yang menanggapi gerakan kami, hanya paling sebentar saja habis itu menghilang lagi. Tapi bagi kami itu tidak menjadi penghalang untuk kami terus berjuang dan kita tetap berusaha supaya bisa memberikan manfaat dan bisa menambah minat baca masyarakat,” katanya.
Saat ini, Rumah Cermat dan SIBOOK juga tengah mengadakan event lomba pidato tingkat SD dan SMP. Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Agustus lalu dan akan berakhir pada 20 Agustus mendatang.
“Evennta dilakukan secara online. Tujuannya untuk merangsang semangat belajar dan kreativitas di masa pandemi saat para pelajar belajar dari rumah,” pungkasnya. (Aji/R7/Koran-HR)