Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dalam rangka peringatan puncak hari Pramuka ke-59 dan HUT RO ke-75, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, melantik pengurus baru badan Pusdiklat, Puslitbang, DKC serta GSR masa bakti 2020-2025, Sabtu (29/8/2020) malam.
Dalam pelantikan tersebut turut hadir, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya melalui Plh Sekda Ciamis, Toto Marwoto, Kapolres Ciamis, AKBP. Dony Eka Putra, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Czi Dadan Ramdani, serta Wakil Ketua harian Kwarda Jabar, Baim Setiawan.
Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Ciamis, H. Nanang Permana mengatakan, kegiatan ini dalam rangkaian puncak acara peringatan HUT RI ke-75 dan hari Pramuka ke-59. Pada malam ini juga ada pelantikan beberapa badan dalam Kwarcab Ciamis.
Badan gerakan pramuka kwarcab Ciamis yang dilantik antara lain, Pusdiklat, Puslitbang, DKC, serta GSR (Galuh Source Rescue) lembaga-lembaga ini merupakan, lembaga kwartir yang membantu gerakan pramuka secara teknis.
“Pelantikan beberapa badan gerakan Pramuka Kwartir Cabang Ciamis ini sesuai dengan habisnya masa bakti kepengurusan sejalan dengan habisnya kepengurusan Kwartir Cabang,” kata Nanang.
Visi dan Misi Ketua Kwarcab Ciamis
Dalam menahkodai gerakan pramuka kwartir Cabang Ciamis, Nanang yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Ciamis mempunyai visi dan misi selamatkan generasi bangsa.
“Selamatkan generasi itu merupakan visi saya dimana-mana. Saya sebagai ketua DPRD juga tidak lepas dari visi itu. Selamatkan generasi ini juga isu universal sebenarnya, tanggung jawab semua orang, tanggung jawab semua bangsa untuk kelangsungan dunia,” ungkapnya.
Nanang menjelaskan, dalam visi selamatkan generasi bangsa ini, maksudnya adalah generasi muda bangsa saat ini harus selamat. Selamat pertumbuhan fisiknya, selamat perkembangan mentalnya, sehingga nanti negara akan selamat.
“Caranya agar generasi kita nanti selamat, yaitu ekosistemnya harus selamat juga. Maka kita juga bergerak, kalau menyiapkan pertumbuhan fisiknya, kita harus benar-benar menyiapkan makannya yang tidak tergantung orang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nanang menyampaikan, karena semua butuh makanan yang higenis atau bersih. Maka, ekosistem lingkungan juga harus dijaga jangan tercemar oleh limbah yang membuat mati sumber makanan untuk generasi bangsa nanti.
“Lingkungan harus selamat, karena lingkungan menopang sumber kehidupan kita. Jangan membuat lingkungan kita buruk,” pungkasnya. (Jujang/R8/HR Online)