Berita Ciamis, (harapanrakyat.com).- Hektaran area sawah yang berada di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kini mulai terancam kekeringan.
Dari pantauan HR di lapangan, sebagian area sawah di Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican bahkan dipastikan gagal tanam.
Muhsin, salah seorang petani di wilayah Desa Sukamukti, ketika ditemui Koran HR, Senin (17/08/2020), mengatakan, kondisi sawah miliknya kini tidak bisa ditanami padi akibat kekeringan.
“Saat ini sudah tidak ada air sama sekali yang masuk ke area pesawahan. Maka secara otomatis petani disini tidak bisa menanam padi,” katanya.
Menurut Muhsin, akibat kekeringan tersebut, petani di wilayah Sukamukti mengalami kerugian yang lumayan besar.
“Sebagian sawah yang sudah ditanami padi kondisinya mulai pada mati. Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar lagi, beberapa petani mulai beralih ke tanaman palawija. Harapan kami dari dulu itu ada upaya pemerintah menyediakan saluran irigasi ke wilayah pesawahan kami,” ujarnya.
Ketua Gapoktan Desa Sukamukti, Holil Hamid, ketika dihubungi Koran HR, membenarkan kondisi hektaran area sawah di wilayah Pamarican Ciamis yang kini mulai dilanda kekeringan.
“Sebagian besar area pesawahan mulai dilanda kekeringan. Bahkan sebagian besar petani sudah mulai beralih ke palawija,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Koordinator BPP Kecamatan Pamarican, Ani Alwiyah, mengatakan, hingga saat ini sudah ada ratusan hektar sawah yang mulai terancam kekeringan.
“Dari catatan kami, pertanggal 15 Agustus, sudah ada sekitar 945 hektar sawah yang mulai terancam kekeringan. Jumlah itu terdiri dari beberapa kategori status, diantaranya Waspada 620 hektar, Ringan 105, dan Sedang 220 hektar,” ucapnya. (Suherman/R4/HR-Online)