Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Berbekal pengalaman, Agus, warga Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengembangkan pembuatan pompa air tanpa listrik (Hidran).
Kepada Koran HR, Agus mengatakan, dirinya bersama warga Dusun Wanarasa, Desa Kalijaya, memanfaatkan debit aiir Curug Dengdeng untuk dialirkan ke pemukiman warga dengan menggunakan pompa hasil buatannya.
”Wilayah kami selalu terkena krisis air ketika musim kemarau. Maka dari itu, saya terinspirasi dan lalu praktek membuat pompa air ini. Alhamdulillah meski hasilnya belum memuaskan, pompa ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Insyaallah musim kemarau tahun ini pasokan air akan terakomodir,” katanya, saat ditemui Koran HR di Curug Dengdeng, pekan lalu.
Agus menjelaskan, pengoperasian pompa air sistem hidrolik tersebut masih membutuhkan tambahan modal yang lumayan besar. Seperti halnya pipa besi serta selang untuk menyalurkan ke lokasi pemukiman warga.
“Saat ini kami masih terus mengembangkan saluran ke lokasi pemukiman. Ya kekurangannya seperti pipa besi untuk mendorong air dari bawah ke atas, serta selang untuk melanjutkan ke pemukiman warga,” jelasnya.
Menurut Agus, untuk membuat pompa air tanpa listrik tersebut, dirinya memanfaatkan tabung besi bekas yang dirangkai secara manual, dengan beberapa bagian menggunakan las. Ia meyakini, pompa air hidran buatannya akan sangat bermanfaat bagi lingkungan.
Dari Pantauan HR di lapangan, lokasi pompa hidran buatan warga Kalijaya tersebut berada di dasar sungai atau di lokasi Curug Dengdeng. Lokasi tersebut berada di bawah pemukiman warga dengan kemiringan sekitar 130 derajat. (Suherman/Koran HR)