Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- A, gadis di bawah umur menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh D, yang merupakan ayah tirinya. Diketahui, ternyata korban merupakan siswi di salah satu SMK swasta, yang ada di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Saat HR Online mencoba konfirmasi ke pihak sekolah dimana korban dugaan pencabulan belajar, Selasa (4/8/2020), tak satu pun tenaga pengajar atau guru yang memberikan respon. Malah pihak sekolah seakan acuh terhadap awak media.
Begitu juga dengan kepala sekolah tersebut, saat HR Online mencoba menghubunginya melalui sumbungan WhatsApp, tidak bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Namun, kepala sekolah sempat membenarkan jika A adalah salah satu siswi di sekolahnya tersebut.
Keluarga Laporkan Pelaku Dugaan Pencabulan ke Polsek Banjarsari Ciamis
Kasus dugaan pencabulan seorang siswi SMK yang dilakukan oleh ayah tirinya, tentu menjadi salah satu kejadian yang sangat memukul bagi L, ibu kandung korban.
Berita Terkait : Pelajar SMK di Ciamis Dicabuli Ayah Tirinya Sampai Hamil dan Melahirkan
Dirinya pun dikabarkan mendatangi Polsek Banjarsari untuk memberikan pelaporan, Senin (03/08/2020) sore kemarin. Ibu kandung korban didampingi oleh Ketua RT setempat.
Ketua RT yang ikut mendampingi keluarga korban memberikan pelaporan kepada polisi, membenarkan jika L dan keluarga telah mendatangi Mapolsek Banjarsari.
L memberikan pelaporan atas dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh suaminya terhadap anak perempuannya, yang kini telah melahirkan anak dari hasil pencabulan tersebut.
“Ya, kami tadi mendampingi ibu korban untuk memberikan pelaporan kasus tersebut,” katanya seusai mendampingi keluarga korban, Senin (03/08/2020).
“Namun hasilnya, kami diarahkan untuk langsung memberikan pelaporannya ke unit PPA Polres Ciamis. Jadi keluarga saat ini tengah mempersiapkan administrasi untuk pelaporan selanjutnya,” ucapnya.
Korban Diancam Pelaku
Ibu kandung korban saat ditemui di kediamannya membenarkan kejadian tersebut. L pun mengaku syok ketika mengetahui, bahwa suaminya yang begitu tega mencabuli anaknya sampai hamil dan melahirkan.
Baca Juga : Duda Muda di Tasikmalaya Diduga Gagahi Gadis di Bawah Umur
L menuturkan, selama ini keluarga sama sekali tidak curiga jika A atau korban sedang hamil.
Ketika mengetahui kejadian dugaan pencabulan, L langsung emosi dan menghubungi suaminya lewat telpon. Maksudnya untuk meminta tanggungjawab atas perbuatannya itu.
Namun, suaminya malah mengelak. Bahkan, sampai sekarang ini D tidak pernah pulang ke rumah. “Dia memilih diam di tempat kerjanya yaitu di Pangandaran,” jelasnya.
Lebih lanjut ibu kandung korban mengatakan, dari hasil pengakuan anaknya, sebelum kejadian pencabulan terjadi, korban sempat diancam oleh ayah tirinya.
“Bahkan, guna menutupi hal itu, suami saya suka memberi uang ke anak saya. Itu dilakukannya supaya anak saya tidak menceritakan apa yang terjadi terhadap dirinya,” ungkap L.
Berdasarkan infomasi yang dihimpun HR Online, ayah tirinya itu sudah berulang kali melakukan dugaan pencabulan, dengan cara diam-diam. Yaitu, saat ibu korban tengah bekerja. (Suherman/R5/HR-Online)