Black Dwarf Supernova merupakan salah satu ledakan yang memancarkan cahaya silau. Ledakan ini akan menjadi tanda bahwa kegelapan akan datang. Tepatnya saat alam semesta akan hancur dan tenggelam.
Melansir dari Live Science, ujung alam semesta ini memiliki sebuah bintang terang. Namun sebelum bintang tersebut berhenti untuk berkedip akan ada ledakan yang terjadi. Menurut studi yang baru, ledakan tersebut akan berpendar menyilaukan.
Dalam studi ini terdapat penelitian bahwa supernova tersebut merupakan jenis khusus. Sehingga belum pernah ada dan terjadi pada alam semesta. Peristiwa akhir yang kemungkinan terjadi pada alam semesta berkaitan dengan supernova tersebut.
Baca Juga: Ledakan Supernova SN2016aps Terbesar di Galaksi
Black Dwarf Supernova, Ledakan yang Menyilaukan
Antara kehidupan dan kematian tidak bisa ditentukan oleh manusia ataupun mesin canggih. Semua sudah mendapat massa masing-masing. Tampaknya massa tersebut lebih besar daripada massa ketika matahari meledak.
Meskipun meledaknya matahari juga akan menjadi lubang hitam nantinya. Ledakan tersebut memiliki massa lebih kecil daripada Black Dwarf Supernova. Sebab, ledakan tersebut tidak menghasilkan unsur berat.
Ledakan tersebut justru membuat beberapa bintang mengakhiri hidupnya sebagai sekam bintang padat. Ukurannya yang lebih kecil membuat bintang ini memiliki sebutan White Dwarf.
Butuh waktu hingga triliunan tahun untuk meredup. Kemudian berevolusi menjadi sebuah benda beku yang tidak memiliki cahaya sama sekali. Sehingga bintang-bintang tersebut memiliki sebutan Black Dwarf. Lalu benda tersebut akan melepaskan potongan terakhir yang bercahaya.
Pelepasan tersebut akan terjadi pada alam semesta kemudian meledak. Ledakan tersebut yang disebut sebagai supernova menyilaukan. Penelitian ini sudah terbit dalam makalah baru, tepatnya pada jurnal Monthly Notices Of The Royal Astronomical Society.
Pembentukan Black Dwarf Supernova akan terjadi melalui proses kuantum. Hal ini menjurus pada istilah Fusi Pycnonuclear. Biasanya fusi termonuklir memicu bintang pada alam semesta. Saat itu suhu memiliki tekanan tinggi dan menolak listrik.
Hal ini memberikan kemungkinan bahwa atom akan melebur dan menjadi sesuatu yang baru. Namun ukurannya menjadi lebih berat daripada yang sebelumnya. Dalam Fusi Pycnonuclear terdapat penerowongan kuantum. Hal ini memungkinkan inti atom menjadi lebih dekat.
Black Dwarf Supernova Menjadi Tanda Akhir Alam Semesta
Fusi Pycnonuclear sendiri memiliki pengaruh yang dapat mengubah elemen menjadi besi. Pengaruh ini akan terjadi secara lambat dan menjadi elemen terakhir dari Fusi. Matt Caplan menyebutkan bahwa reaksi ini memakan waktu sangat lama.
Ia mengatakan bahwa perlu jutaan tahun untuk melihat perubahannya. Bahkan tidak ada satu pun reaksi yang terdapat pada Black Dwarf Supernova dari Fusi. Hal ini menjadi objek perbandingan antara Fusi dan matahari.
Matahari melakukan perpaduan dengan proton 10 ^ 38 per detiknya. Sedangkan Fusi Pycnonuclear membutuhkan waktu sekitar 0 ^ 1.100 dan 10 ^ 32.000. Catatan waktu ini begitu mencengangkan karena lebih besar.
Skala yang sangat besar yang setara dengan 10 hingga 100 tahun lamanya. Setelah Black Dwarf terbuat dari besi, maka akan hancur akibat masanya sendiri. Kehancuran yang tidak terkendali ini menjadi sebuah supernova.
Hal tersebut identik dengan keruntuhan inti dari beberapa besi. Ledakan Black Dwarf akan terjadi pada bintang yang memiliki massa sekitar 1,16 dan 1,35 kali lebih besar dari matahari. Tentunya ukuran bintang tersebut lebih besar daripada Matahari.
Baca Juga: Peta 3D Alam Semesta Terbesar Telah Dirilis Oleh Para Ilmuwan
Dampak Ledakan Dahsyat
Apabila terjadi ledakan yang besar, maka kehidupan alam semesta juga akan hancur. Tidak akan ada yang selamat dan bisa saja tidak ada kehidupan yang baru. Adanya ledakan ini tentu saja berbeda dengan hujan meteor pada masa jurassic.
Ledakan tersebut benar-benar meratakan isi Bumi dan kemungkinan akan terjadi jika Black Dwarf meledak. Namun setelah masa jurassic hilang, mulai muncul masa dan kehidupan yang baru. Bumi menjadi lebih baik dengan adanya kehidupan.
Berbeda dengan Black Dwarf yang akan meledak menjadi sebuah supernova yang menarik. Hal tersebut adalah akhir dari segalanya. Sehingga tidak akan ada lagi kehidupan yang muncul. Akhir alam semesta dan menjadi akhir bagi makhluk hidup. Tidak hanya pada Bumi, tetapi pada seluruh planet.
Hal ini memang hanya perkiraan, namun Black Dwarf Supernova tidak akan menyisakan apapun. Bahkan masa ledakan ini menjadi salah satu hembusan terakhir cahaya alam semesta. (R10/HR Online)