Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruAksi Heroik Bung Karno Kecam PBB Karena Dinilai Tidak Adil

Aksi Heroik Bung Karno Kecam PBB Karena Dinilai Tidak Adil

Aksi heroik Bung Karno di PBB menjadi catatan penting bagi Indonesia. Aksi heroik yang menantang organisasi negara di dunia ini sebagai tindakan melawan neokolonialisme baru di Malaysia dan sekitarnya.

Dalam forum internasioanal, Soekarno memposisikan sebagai perwakilan negara-negara baru merdeka di hadapan dewan PBB.

Ketegasan keluarnya Indonesia dari United Nation (UN) di bawah kepemimpinan Soekarno dikenal para diplomat barat, apalagi karena ia menyatakan secara tegas menentang kekuatan neokolonialisme.

Baca juga: Kisah Bung Karno Saat Jadi Seniman Teater dan Penulis Naskah Drama

Aksi Heroik Bung Karo Keluar dari PBB

Kepusan keluar ini menurut berbagai catatan berawal dari konflik Indonesia dengan Malaysia yangingin mendirikan negara federasi bentukan Inggris.

Dalam sebuah tulisan Sejarah Diplomasi di Indonesia (2018), tahun 1961 ada rencana pembentukan negara federasi Malaysia di tanah Melayu.

Menurut catatan yang sama, Malaysia rencananya akan membentuk negara federasi yang terdiri dari Persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunei, dan Sabah.

Melihat situasi tersebut, Bung Karno secara tegas menentangnya. Pasalnya, pembentukan negara Federasi Malaysia adalah sebuah usaha Inggris membangun konsep penjajahan baru atau neokolonialisme.

Sejarah panjang Malaysia mencatatat bahwa, sejak pertengahan abad ke delapan belas tanah Malaya dikuasai Inggris, dan pada tanggal 8 Februari 1956, Inggris memberikan kemerdekaan pada Malaysia.

Aksi heroik Bung Karno itu lantaran khawatir jika hal ini bisa mengganggu stabilitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Seokarno menilai dengan berdirinya negara federasi Malaysia, Inggris akan membangun pangkalan militer Barat di Asia Tenggara.

Konflik tersebut berusaha diselesaikan dengan berbagai cara diplomasi. Namun ketegangan di Malaysia dan Indonesia semakin panas di tahun 1960, terutama setelah negeri Jiran itu menyatakan diri sebagai negara merdeka.

Di tahun 1964 menjadi puncak kegelisahan Soekarno, dan tepat pada 7 Januari 1965 menyatakan keluar dengan alasan PBB tak dapat menyelesaikan konflik antar negara tetangga itu.

Baca juga: Presiden Soekarno Wafat, Hari-hari Terakhir Sang Proklamator yang Tragis

Soekarno Mengecam PBB

Pada tahun 1950-an Seokarno pernah mengecam PBB melalui pidatonya yang berjudul ”To Build The World a New”.

Di tahun 2012 Amnesti Internasional menerbitkan sebuah laporan “The State of the World′s Human Rights”  yang menyorot masalah gagalnya dewan keamanan PBB dalam masalah perdamaian dunia, seperti pelanggaran HAM.

Tak hanya di tahun 2012 saja, namun di tahun 1950 juga pernah diungkapkan presiden pertama Indonesia.

Aksi heroik Bung Karno lewat pernyataan itu lantaran menilai PBB tak bisa berbuat adil dalam menentukan kebijakan.

Apalagi ia menyebut negara-negara yang baru masuk ke UN selalu dikalahkan oleh kepentingan negara besar di dunia.

Seperti halnya AS, Inggris serta negara besar lainnya yang kerap ikut campur, bahkan mengganggu urusan rumah tangga negeri lain.

Dalam sidang umum PPB tahun 1960, Soekarno menyebut posisi dewan keamanan UN seharunya bekerja untuk mencegah peperangan, namun malah justru menghasut agar terjadi perang.

Menurut M.F. Mukhti, dalam pidato tersebut terdapat 5 poin penting kritik terhadap dewan keamanan dunia, seperti Amerika dianggap sebagai negara emas oleh organisasi PBB.

Selanjutnya, organisasi tersebut dianggap tak mampu lagi mengakomodir realita global yang mengalami perubahan begitu cepatnya.

Sementara itu, negara-negara besar yang dapat menentukan perang dan damai juga tak luput dari kritikan Soekarno.

Tak hanya itu, Seokarno meminta kesekretariatan PBB harus ditinjau ulang, dan UN dinilai salah lantaran menolak suatu bangsa untuk gabung.

Begitulah aksi heroik Bung Karno melalui pidato yang mengkritik dewan keamanan PBB. Ini menjadi catatan penting karena merupakan presiden pertama Indonesia yang berani secara tegas mengecam lembaga internasional karena tidak adil. (Erik/R6/HR-Online)

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...
Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

harapanrakyat.com,- Kepadatan arus balik lebaran di jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali terlihat pada Jumat (4/4/2025) pagi ini. Arus balik kendaraan dari arah Tasikmalaya,...
Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Dunia hiburan tanah air kembali berduka, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun. Artis Indonesia legendaris ini, menghembuskan nafas terakhirnya pada...
Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...