Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Baru-baru ini banyak warga yang menikmati Kampung Kolecer di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Arti kolecer dalam bahasa Indonesia adalah baling-baling dari bambu.
Kolecer juga merupakan sebuah permainan yang populer di Jawa Barat sejak zaman dulu. Alat utama dalam permainan tradisional masyarakat Sunda ini adalah baling-baling terbuat dari kayu yang dililit daun pisang kering. Kemudian dipasang dengan batang bambu berukuran kecil atau besar.
Seperti halnya di kampung Wangun, Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini kampung tersebut menjadi Kampung Kolecer atas dukungan dari masyarakat setempat.
Tim kreator Kampung Kolecer, Yaya Sonjaya, mengatakan, Kampung Kolecer di Cisayong juga terbentuk berkat adanya dukungan dari pemerintah desa dan juga para kasepuhan setempat.
Ia juga mengatakan, tujuan dibentuknya Kampung Kolecer merupakan wujud kepedulian dari pemerintah desa dan para kasepuhan pada permainan tradisional Jawa Barat.
Mengingat permainan kolecer sudah ada sejak zaman nenek moyang. Sekaligus juga mengenalkan kepada anak zaman sekarang, serta mengajarkan cara pembuatannya.
Baca Juga : Bendungan Ceuri, Objek Wisata Baru di Tasikmalaya Keren Buat Swafoto
“Kita beserta pemerintah desa sengaja membuat kampung kolecer supaya anak-anak zaman sekarang tahu permainan tradisional Sunda. Permainan tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Kini permainan itu mulai terlupakan dengan adanya gadget atau permainan modern lainnya,” terangnya, kepada HR Online, Jum’at (17/07/2020).
Filosofi Kolecer
Sedangkan, lanjut Yaya, filosofi kolecer memiliki makna yang sangat tinggi, karena kolecer mencerminkan diri kita sendiri jika sedang berada dalam kesuksesan.
“Maka kita harus berhenti sejenak untuk merenung dan berintrospeksi diri. Pada zaman dahulu kolecer dibuat oleh para petani untuk menghilangkan penat di sela-sela kesibukannya. Kolecer bermanfaat untuk mengusir hama,” terang Yaya.
Sementara itu, Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin, menambahkan, kolecer atau baling-baling memiliki filosofi. Dalam satu putarannya mengandung makna bahwa manusia dituntut agar memikirkan kemajuan, serta perkembangan desa supaya lebih baik lagi.
Selain itu, filosofi kolecer jadi sebuah pelajaran bagi masyarakat supaya berfikir bagaimana agar desa bisa lebih berkembang, lebih maju, dan lebih mandiri.
“Ini sebagai bukti kreatifitas warga Desa Cisayong yang sudah bersungguh-sungguh memberikan sebuah karya bagi kemajuan, atau perkembangan desa. Juga bukti kerjakeras gotong-royong warga. Oleh karena itu, Desa Cisayong ingin membuktikan destinasi wisata yang baru, yaitu Kampung Kolecer,” terangnya.
Pihaknya mangajak seluruh warga yang ingin bernostalgia dengan budaya, permainan Sunda, atau menikmati wisata bernuansa Sunda. Keberadaan Kampung Kolecer di Cisayong sekaligus juga untuk ngamumule permainan tradisional Sunda yang sudah tergerus zaman.
“Silahkan datang saja ke Kampung Kolecer di Cisayong, tepatnya di kampung Wangun. Ini layak kita apresiasi, yang mana ini merupakan permainan anak zaman dulu. Sekarang dikenalkan kembali kepada anak-anak zaman sekarang,” pungkas Yudi. (Apip/R3/HR-Online)