Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Kolotik atau kolotok leutik mulai dikenalkan Pemkab Ciamis sebagai musik tradisional baru di Ciamis.
Kolotik sendiri diciptakan oleh Abah Nani dan Abah Latif dari Bojongsalawe, Cimaragas, kabupaten Ciamis.
Kolotik ini sebelumnya hanyalah berupa oleh-oleh atau cinderamata. Namun, berkat seorang seniman dan budayawan asal Banjar, Ervan R, kolotik kini mempunyai nada dasar.
Ervan juga berperan penting atas kesuksesan dan lahirnya alat musik tersebut. Selain itu, kini ia menjadi pelatih alat musik kolotik.
Berkat dia, Kolotik kini mampu dimainkan secara berkelompok pada kegiatan Disbudpora Ciamis beberapa waktu lalu.
Kolotik yang dimainkan dengan cara yang hampir sama dengan angklung. Kolotik juga mampu mengiringi berbagai macam lagu, baik lagu Sunda ataupun lagu lainnya.
Ditangan Ervan, kini Kolotik memiliki nada diatonik do re mi fa sol la si do maupun nada pentatonik yakni da mi na ti la.
“Saya bersyukur, kolotik sekarang jadi alat musik, bukan hanya jadi cinderamata,” ujar Ervan R Kamis (30/7/2020).
Seniman dari Yayasan Gending Sekar Nusantara (GSN ) dari Kota Banjar ini berharap, seni budaya sunda harus mendunia, khususnya di Tatar Galuh Ciamis.
Ia pun mengajak kepada generasi penerus agar melestarikan seni sunda termasuk alat musik tradisional.
“Kita harus punya rasa memiliki, mengagumi dan juga bisa menguasai alat musik sunda khususnya kolotik dari Cimaragas,” ucapnya.
Ia pun mengaku siap siap melatih anak-anak sekolah, mulai dari SMP dan SMK, khususnya yang ada di Cimaragas, agar bisa memainkan kolotik dan mengembangkan seni budaya sunda di Ciamis. (Fahmi2/R8/HR Online)