Temuan galaksi spiral berbulu di luar angkasa ditemukan oleh teleskop Hubble. Temuan ini berhasil diketahui para astronom menggunakan teleskop Hubble milik NASA/ESA.
Galaksi yang berbentuk spiral tersebut diabadikan menjadi gambar yang menarik. Galaksi spiral berbulu ini diberi nama NGC 2275 oleh para ilmuwan.
Gambar yang dihasilkan oleh teleskop Hubble ini dibuat dari eksposur yang terpisah. Bagian tepi spiralnya terlihat sangat lembut sehingga seperti berbulu.
Temuan Galaksi Spiral Berbulu oleh Teleskop Hubble
Teleskop Hubble sendiri merupakan teleskop yang sudah sering digunakan para astronom. Beberapa pengamatan objek angkasa terkadang dilakukan dengan bantuan Hubble.
Teleskop milik NASA/ESA ini sangat canggih. Sehingga pengamatan yang dilakukan terlihat lebih akurat dan jelas. Seperti gambar galaksi di luar angkasa yang disebut spiral sekaligus berbulu.
Gambar galaksi yang satu ini cukup mencolok. Berbeda dengan beberapa temuan galaksi yang sebelumnya. Galaksi spiral ini terlihat lebih halus daripada yang lainnya. Galaksi yang disebut sebagai NGC 2275 memiliki keadaan yang relatif tenang.
Setelah adanya gambar dari Hubble, para astronom mulai melakukan penelitian lebih lanjut. Seperti yang dikutip dari Spaceref bahwa galaksi ini tidak memiliki formasi bintang.
Lazimnya, setiap galaksi memiliki formasi bintang di bagian tengahnya. Atau mungkin memiliki bagian yang paling terang pada intinya. Seperti beberapa galaksi pada umumnya layaknya Bimasakti dan Andromeda.
Temuan galaksi spiral berbulu ini cukup menarik. Menurut para ilmuwan, galaksi ini menjadi wajah sejarah terbaru pembentukan bintang.
Bahkan galaksi ini juga tidak didominasi oleh tonjolan galaksi yang luar biasa seperti pada umumnya. Namun galaksi ini memiliki gas yang secara keseluruhan telah diubah menjadi bintang lama.
Mengenal Galaksi Spiral Berbulu
Para ilmuwan mencatat bahwa galaksi spiral berbulu ini berada di rasi Cancer. Tepatnya 67 juta tahun cahaya pada rasi bintang tersebut.
Menurut Sci-news, galaksi ini ditemukan oleh astronom berkebangsaan Inggris. Astronom tersebut memiliki nama Jerman William Herschel.
Selain disebut sebagai NGC 2275, galaksi spiral ini juga diberi nama LEDA 25861. Bahkan ada yang menyebutnya dengan UGC 4820.
Galaksi ini masuk dalam kelompok NGC 2275 dengan diameter sekitar 80 ribu tahun cahaya. Ukuran diameter ini terbilang cukup besar untuk galaksi spiral.
NGC 2275 kemudian mendapat klasifikasi dari para ilmuwan sebagai galaksi yang memiliki bulu. Hal ini dipengaruhi oleh bentuknya yang cukup spiral.
Temuan galaksi spiral berbulu ini sebenarnya berbeda dengan yang lain. Teleskop Hubble milik NASA/ESA ini memang sudah sering menangkap gambar objek di luar angkasa. Namun setiap galaksi yang ditemukan selalu berkaitan dengan black hole atau lubang hitam.
Sedangkan NGC 2275 sendiri lebih kepada bentuknya yang sangat spektakuler. Para astronom pun hanya melihat dan meneliti galaksi ini perihal bentuknya. Secara keseluruhan belum diketahui bagaimana kehidupan yang ada di galaksi tersebut.
Selebihnya galaksi ini terlihat lebih kompleks. Kemudian terdapat banyak awan gas yang dipergunakan sebagai bahan pembentukan bintang. Sebagai sebuah galaksi yang besar, galaksi NGC 2275 memiliki banyak bintang.
Temuan Galaksi Spiral Berbulu dengan Bintang Biru
Seperti yang diketahui bahwa galaksi juga dikenal sebagai gugusan bintang yang jumlahnya begitu banyak. Begitupun dengan NGC 2275 yang dipenuhi oleh jutaan bintang megah. Bintang-bintang yang terdapat pada galaksi ini begitu terang.
Warna bintangnya terlihat lebih muda dan biru. Spiralnya juga terlihat agak terang pada bagian bulunya. Sedangkan bagian interlaced terlihat lebih gelap.
Hal ini dikarenakan debunya terlihat lebih gelap. Temuan galaksi spiral berbulu ini juga memiliki suhu yang panas.
Suhu ini mendukung adanya pembentukan bintang. Tak heran jika galaksi ini juga memiliki banyak bintang. Pola spiral yang ditunjukkan pada galaksi NGC 2275 ini terlihat menarik. Dimana perputarannya sangat menarik dan konsisten.
Pola spiral yang dihasilkan juga membuat galaksi ini tampak seperti berputar. Para astronom mengungkapkan bahwa sifat spiral ini tampak berdiri dan kontras. Selain itu, desain spiralnya terlihat begitu besar dan agak menonjol.
Hal inilah yang seringkali disebut sebagai lengan spiral. Beberapa galaksi temuan Hubble juga terlihat spiral di bagian dekat black hole. Sehingga banyak definisi bentuk spiral pada galaksi temuan Hubble, termasuk temuan galaksi spiral berbulu ini. (R10/HR-Online)