Sejarah kapal Nabi Nuh mengandung banyak nilai. Berikut akan kita bahas sejarah dari kapal besar Nabi Nuh dan banjir yang melanda. Tentunya sejarah Islam ini sangat penting dan harus kita ajarkan pada generasi selanjutnya.
Salah satu kisah Nabi Nuh yang sangat terkenal yaitu saat terjadinya banjir bandang. Dimana saat itu Nabi Nuh dan para umatnya berhasil selamat karena menaiki kapal. Selain manusia hewan-hewan yang naik ke atas kapal tersebut juga berhasil terselamatkan.
Nabi Nuh terkenal akan kesabarannya yang luar biasa meskipun banyak orang yang membencinya. Bahkan nabi telah berdakwah selama 950 tahun untuk menyebarkan agama Islam. Nabi Nuh juga memiliki sifat yang bijaksana, tegas dalam berkata, dan pandai bersyukur.
Baca Juga: Sahabat Nabi yang Masih Hidup dan Bisa Kita Jumpai Langsung
Sejarah Kapal Nabi Nuh yang Berlayar Melewati Banjir Besar
Allah mengutus Nabi Nuh saat manusia kembali melakukan dosa dan segala kemungkaran. Mereka melupakan ajaran nabi sebelumnya dan menyembah patung berhala buatan kaum mereka sendiri.
Allah pun mengutus Nabi Nuh untuk meyakinkan kaumnya agar kembali mengikuti ajaran Allah SWT.
Nabi Nuh meyakinkan kaumnya agar tidak menyembah berhala dan mengajak kembali ke jalan yang benar. Ia juga menjelaskan bahwa apa yang ada di muka bumi merupakan ciptaan Allah. Nabi Nuh juga selalu mengajarkan umatnya untuk berbuat kebaikan dan saling menolong.
Kisah dakwah Nabi Nuh tentunya juga tidak berjalan mudah dan menemui banyak rintangan. Bahkan orang yang menerima ajakannya hanya sedikit dan tidak mencapai 100 orang. Nabi Nuh pun terus berjuang dan berdakwah hingga hampir 1000 tahun lamanya.
Perintah Membuat Kapal
Sejarah kapal Nabi Nuh berlanjut ketika Allah memerintahkannya untuk membuat kapal yang sangat besar.
Setelah menerima perintah tersebut Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai membuat kapal. Melihat hal tersebut, orang kafir mulai mengejek dan mencemooh pembuatan kapal tersebut.
Nabi Nuh pun memberitahu mereka jika akan datang banjir yang sangat besar. Namun mereka justru malah tidak percaya, bahkan anak Nabi Nuh juga tidak mempercayainya. Ia adalah Kan’an yang terhasut kaum kafir dan menolak ajakan naik ke kapal.
Baca Juga: Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama di Gua Hira
Terjadinya Banjir Besar
Setelah kapal sudah jadi, Allah memerintahkan Nabi Nuh bersiap dan menunggu tanda-tanda dari Allah. Jika tanda tersebut sudah muncul maka Nabi Nuh harus menaikkan kaumnya dan hewan ke kapal. Kemudian turunlah hujan yang sangat lebat dan nabi mengajak pengikutnya untuk naik ke kapal.
Secara perlahan air mulai menggenangi dataran rendah dan terus meninggi. Akhirnya banjir menenggelamkan seluruh daratan hingga tidak ada tempat untuk berlindung. Dalam sejarah, kapal Nabi Nuh bisa berlayar dan seluruh manusia serta hewan di dalamnya terselamatkan.
Sementara itu kaum Nabi Nuh dan anaknya yang menolak ajakannya, tewas tersapu banjir. Melihat hal tersebut Nabi Nuh pun merasa bersedih dengan sikap keras kepala anaknya. Banjir dahsyat benar-benar menenggelamkan kaum yang zalim kepada Allah SWT.
Banjir Surut
Setelah itu Allah SWT memerintahkan bumi dan langit untuk berhenti melaksanakan tugasnya. Dengan cepat banjir yang sangat besar tersebut kemudian surut karena bumi menyerapnya. Kapal besar milik Nabi Nuh pun berlabuh di atas bukit yang bernama Bukit Judie.
Kemudian manusia serta makhluk hidup lain yang ada dalam kapal tersebut turun. Mereka berhasil selamat dari terjangan banjir besar yang sangat dahsyat. Akhirnya pun mereka kembali memulai kehidupan yang baru di sana.
Baca Juga: Kegigihan Nabi Ilyas Berdakwah dan Azab Kaum Bani Israil
Hikmah dan Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Sejarah kapal Nabi Nuh
Kisah kapal Nabi Nuh dan banjir besar ini tentunya memiliki hikmah serta pelajaran yang penting. Kita bisa belajar bahwa musibah bukan terjadi hanya karena alam sedang murka. Akan tetapi karena adanya kehendak Allah SAW untuk kembali mengingatkan manusia.
Dari kisah Nabi Nuh, kita juga mendapat pelajaran tentang kesabaran serta keteguhan. Kemudian kita juga harus percaya bahwa janji Allah SWT adalah benar dan nyata. Allah juga akan menyelamatkan umatnya yang bertaqwa, bukan karena keturunan anak nabi.
Demikianlah pembahasan mengenai sejarah kapal Nabi Nuh dan terjadinya banjir yang luar biasa. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang baik dari kisah nabi ini. (R10/HR-Online)