Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA menyebut terdapat isu krusial yang harus diwaspadai dan diantisipasi dalam perhelatan Pilkada Pangandaran. Isu tersebut adalah tingginya respons publik terhadap politik uang di Pilkada Pangandaran.
Pernyataan LSI Denny JA tersebut bukan tanpa dasar. Namun merupakan hasil survei yang dilakukan secara acak proforsional (sampling multistage random) terhadap 440 responden di Pangandaran. Metode survei ini dengan melakukan wawancara tatap muka.
Politik Uang di Pilkada Pangandaran
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah, mengungkapkan, dari hasil wawancara terhadap 440 responden yang dilakukan secara acak proforsional di wilayah Pangandaran ditemukan fakta mengejutkan.
57 persen responden, lanjut Toto, menilai bahwa politik uang dalam perhelatan pilkada merupakan sesuatu hal yang lumrah. Dari 57 persen tersebut terbagi ke dalam dua jawaban, yaitu 8,6 persen menilai sangat wajar dan 48 persen menilai cukup wajar.
Baca juga: Survei Pilkada Pangandaran 2020, LSI: Elektabilitas Jeje Masih Perkasa
“Temuan dari hasil survei ini tentu akan menjadi goodnews buat calon yang berkapital besar. Namun akan menjadi kabar sebaliknya bagi calon yang memiliki pendanaan pas-pasan,” katanya, saat menggelar konferensi pers, melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (18/07/2020).
Namun begitu, tambah Toto, politik uang dalam Pilkada Pangandaran pada pelaksanaannya nanti harus dihindari. Sebab hal itu hanya akan menjadikan Pilkada tidak berkualitas serta mencederai semangat demokrasi.
Sebelumnya, Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA merilis hasil survei Pilkada Pangandaran. Dalam hasil survei tersebut menyebut elektebiitas calon bupati Pangandaran incumbent, Jeje Wiradinata, berada di urutan pertama dan unggul jauh dari kandidat calon bupati lainnya.
Baca juga: LSI: Banyak Warga yang Tak Tahu Pelaksanaan Pilkada Pangandaran
Hasil survei ini menunjukan bahwa kekuatan Jeje Wiradinata dalam menghadapi Pilkada Pangandaran masih perkasa. Dengan begitu Jeje diprediksi akan mulus memenangkan pertarungan pilkada Pangandaran.
Jeje sendiri memiliki elektabilitas 73,0 persen. Sementara elektablitas rivalnya Adang Hadari hanya 23,0%. Ketika melakukan simulasi dengan mempasangkan Jeje Wiradinata dengan Ujang Endin pun masih unggul telak.
Hasil survei LSI ini menyebutkan pasangan Jeje- Ujang Endin unggul 67,7%. Sementara pasangan rivalnya Adang Hadari- Supratman 26,8%. Sedangkan suara swing voter atau belum menentukan pilihan sebesar 5,5%. Seperti diketahui dalam konstelasi Pilkada Pangandaran sudah dipastikan akan diikuti oleh dua pasangan calon atau head to head.
Survei ini berlangsung pada 5-10 Juli 2020. Survei yang digunakan yaitu dengan cara wawancara tatap muka dengan metoda sampling multistage random. Dalam survei ini melibatkan 440 responden dengan margin of error 4,8%. (R2/HR-Online)