Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Para pengusaha air minum di Kota Banjar menanggapi rencana PDAM Tirta Anom Kota Banjar yang berencana mengembangkan produksi air minum kemasan.
PDAM Tirta Anom Kota Banjar memang tengah menggodok rencana produksi air minum. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Anom, E Tirta Nurkamilah pada Hari Ulang Tahun PDAM ke-16, 24 Juni 2020 silam.
Saat ini, produksi air minum kemasan sudah mulai berjalan, namun PDAM Trta Anom Kota Banjar belum mmproduksinya secara massal.
Yayan, pemilik Tirta Raos, salah seorang pengusaha air minum di Kota Banjar, mengatakan, apabila PDAM akan memproduksi air minum, maka air yang digunakan jangan diambil dari tempat sembarangan, apalagi air dari sungai.
“Kalau sumber airnya bukan berasal dari mata air maka akan kurang higienis. Sedangkan air adalah kebutuhan utama setiap manusia. Sebenarnya tidak apa-apa kalau prosesnya higienis dan benar,” ujar Yayan, Rabu (22/7/2020).
Namun, kata Yayan jika sumber air yang digunakan dalam usaha air minum ini sembarangan, maka akan menimbulkan bahaya seperti mengakibatkan banyak penyakit.
“Jika akan menjalankan usaha air minum, maka harus membeli kemasan dan dusnya dahulu. Setelah itu, tempat produksinya juga harus ditentukan,” terangnya.
Pengusaha di Kota Banjar Tak Keberatan PDAM Produksi Air Minum Kemasan
Yayan yang juga distributor air minum kemasan dan galon mengaku tidak keberatan jika PDAM Tirta Anom akan memproduksi air minum sendiri.
Hal senada dikatakan Muhdir, pemilik depot air minum isi ulang RH di Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.
Dia mengaku tidak keberatan apabila PDAM Tirta Anom akan memproduksi air minum. Pasalnya usaha PDAM itu tidak akan mengganggu pelanggannya serta tidak berpengaruh terhadap pendapatannya.
“Saya mah enggak apa-apa, silakan saja,” katanya kepada HR Online di depot miliknya.
Namun, jika PDAM Tirta Anom membuat statement dan mengharuskan setiap RT mengkonsumsi air minum yang diproduksi PDAM, maka akan menjadi kendala bagi para pengusaha air minum.
“Kalau itu akan jadi kendala. Bahkan, tidak hanya saya saja, tetapi semua pengusaha galon se-Kota Banjar akan terkena imbasnya,” tandasnya. (Aisyah/R7/HR-Online)